Terduga Pelaku Penikaman di Belanda Dibawa ke Pengadilan

AFP, CNN Indonesia | Senin, 03/09/2018 01:19 WIB
Terduga Pelaku Penikaman di Belanda Dibawa ke Pengadilan Lokasi kejadian penikaman terhadap dua warga Amerika Serikat di Amsterdam, Belanda, 31 Agustus lalu. (AFP PHOTO / Germain MOYON)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemuda Afghanistan berusia 19 tahun yang diduga sebagai pelaku penikaman di Amsterdam Central Station akan dihadirkan di pengadilan pada Senin waktu setempat.

Terduga yang diketahui bernama Jawed S ditembak oleh polisi Belanda dan mengalami luka setelah melakukan aksi penusukan yang melukai dua orang warga Amerika Serikat.

"Terduga akan dihadirkan di hadapan hakim dan sampai saat itu tak akan ada keterangan lebih lanjut," demikian keterangan resmi dari kepolisian di Amsterdam, Minggu (2/9) waktu setempat seperti dikutip dari AFP.



Dua warga negara Amerika Serikat mendapat luka serius saat pria bersenjata pisau menyerang keduanya pada Jumat di sebuah stasiun yang sibuk yang berlokasi di pusat kota Amsterdam.

Polisi langsung bereaksi cepat dengan menembak pelaku. Jawed dan dua temannya terluka dan dibawa ke rumah sakit.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada Minggu mengutuk aksi itu dan menyebutnya sebagai serangan mengerikan yang tak beralasan. Amerika juga menawarkan bantuan penuh kepada kepolisian Belanda untuk menggelar penyelidikan atas insiden tersebut.

Kepolisian menyatakan kondisi dua warga Amerika korban penikaman saat ini membaik.

"Menindaklanjuti pernyataan awal oleh tersangka bahwa pria tersebut memiliki motif teroris," demikian keterangan pemerintah kota Belanda usai pemeriksaan oleh polisi.

Jawed mengantongi izin tinggal di Jerman dan pihak kepolisian negara itu sudah menggeledah ruang apartemennya. Polisi tidak membeberkan lokasi tinggal Jawed.

Dia akan tampil di hadapan hakim tanpa liputan media.

"Hakim kemungkinan akan menahannya selama dua minggu untuk memberi kesempatan penyelidikan lebih lanjut," kata pejabat kejaksaan Belanda kepada AFP.

Proses hukum terhadap Jawed, dikatakan oleh pejabat kejaksaan itu bisa memakan waktu hingga tiga bulan.


Ribuan penumpang komuter dan para turis dievakuasi dari stasiun kereta setelah insiden penikaman itu. Seorang saksi mata mengaku dirinya melihat seorang pria terjatuh di toko bunganya dengan tangan terluka penuh darah. Setelah itu ia mendengar suara tembakan.

Aksi penikaman ini terjadi tak lama setelah Partai Kebebasan yang antiimigran dan anti-Islam mengumumkan akan menggelar lomba menggambar karikatur Nabi Muhammad.

Partai itu dipimpin oleh Geert Wilders yang penyataannya kerap menuai kecaman. Partai Kebebasan mengklaim rencana lomba menggambar karikatur Nabi Muhammad itu telah disetujui oleh Badan Anti-Terorisme Belanda NCTV. Namun, pada 31 Agustus lalu, Wilders menyatakan membatalkan lomba yang menuai banyak kecaman itu. (wis)