Menteri Luar Negeri Paraguay Luis Alberto Castiglioni mengatakan keputusan itu membatalkan keputusan kontroversial mantan Presiden Paraguay Horacio Cartes pada bulan Mei lalu yang memindahkan situs diplomatik negaranya ke Yerusalem.
Castigiloni menegaskan Paraguay dibawah pimpinan presiden baru, Mario Abdo Benitez ingin berkontribusi lebih intensif terhadap perdamaian di Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Paraguay Resmi Buka Kedubes di Yerusalem |
Mantan Presiden Cartes diketahui telah berkunjung ke Israel untuk meresmikan kedutaan baru di Yerusalem. Adapun Mario Abdo, yang juga anggota dari partai konservatif, memenangkan pemilu yang digelar beberapa April lalu.
Paraguay adalah negara ketiga yang membuka kedubesnya di Yerusalem setelah Amerika Serikat dan Guatemala. Keputusan Paraguay ini mendapatkan banyak kecaman, terutama dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Peresmian terebut dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku Yerusalem sebagai ibukota Israel pada 6 Desember 2017.