Jair Bolsonaro, Capres Brasil yang Ditikam saat Kampanye

Riva Dessthania Suastha, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 16:29 WIB
Jair Bolsonaro, Capres Brasil yang Ditikam saat Kampanye Capres yang kerap dijuluki 'Donald Trump' Brasil ini tak menyangka nyawanya nyaris hilang ketika berkampanye pada Kamis (6/9). (Reuters/Diego Vara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jair Bolsonaro tak meyangka kampanyenya di Brasil hari ini, Kamis (7/9), nyaris menghilangkan nyawanya akibat ditikam sebanyak tiga kali oleh pria tak dikenal saat berada di tengah kerumunan massa.

Meski dokter mengatakan keadaannya telah stabil, pria 63 tahun itu terpaksa menjalani serangkaian operasi lantaran luka tusukan yang cukup serius hingga mengenai hati, paru-paru, dan ususnya.

Penikaman membuat Bolsonaro tak dapat berkampanye lagi sebelum pemilihan umum digelar 7 Oktober mendatang, padahal dia harus memantapkan elektabilitasnya sebelum pemilu agar mampu mengalahkan dua capres pesaing terberatnya, yakni Marina Silva dan Ciro Gomes.
Sebelum aktif sebagai politikus, Bolsonaro merupakan anggota militer dan Kongres Nasional Brasil.


Capres Partai Sosial Liberal (PSL) itu kerap disebut sebagai 'Donald Trump' Brasil lantaran sangat aktif menggunakan media sosial terutama Twitter layaknya orang nomor satu di Negeri Paman Sam itu.

Sebanyak 5,9 juta pengguna mengikuti laman Facebook-nya. Akun Twitter Bolsonaro juga diikuti sedikitnya 1,35 juta pengguna.

Dikutip AFP, dia juga dikenal sebagai salah satu pendukung kebijakan kepemilikan senjata dan pengagum kepemimpinan Brasil diangan militer yang diktator. 
Jair Bolsonaro, Capres Brasil yang Ditikam Saat KampanyeJair Bolsonaro dikenal sebagai salah satu pendukung kebijakan kepemilikan senjata dan pengagum kepemimpinan Brasil diangan militer yang diktator. (Reuters/Adriano Machado)
Bolsonaro bahkan pernah dikritik lantaran secara terbuka memuji kediktatoran pemerintahan junta militer Brasil di masa lampau. Menurutnya, junta militer saat itu mampu membunuh lebih banyak orang.

Salah satu janji kampanyenya di pemilu adalah memberangus pengedar narkoba dan melegalkan kepemilikian senjata api sebagai upaya menekan tingkat kriminalitas.

Bolsonaro juga pernah mengatakan jika menjadi presiden, dia berjanji akan mendorong polisi untuk membunuh lebih banyak pengedar narkoba dan pelaku tindak kriminal lainnya.
Bolsonaro merupakan salah satu anggota parlemen yang mendukung pemakzulan Presiden Dilma Rousseff pada 2016 lalu. Dia memberikan suaranya dalam jajak pendapat itu kepada militer, yang kemudian memenjarakan dan menyiksa Rousseff di dalam bui selama tiga tahun.

Bolsonaro juga pernah menghadapi persidangan di Mahkamah Agung lantaran pidatonya yang disebut menghasut ujaran kebencian dan pemerkosaan. 

Kelompok pemerhati hak asasi manusia juga kerap mengecam Bolsonaro lantaran komentar-komentarnya yang sering mendiskreditkan perempuan dan minoritas.

[Gambas:Video CNN]

Di luar retorika dan komentar pedasnya, Bolsonaro disebut salah satu capres favorit Brasil dalam pemilu kali ini.

Jajak pendapat terbaru yang dilakukan Ibope pada Kamis (6/9) menunjukkan Bolsonaro meraih suara tertinggi sebanyak 22 persen, mengalahkan delapan capres lainnya.

Sementara itu, pesaing terdekatnya, Marina dan Gomes ,masing-masing meraih 16 persen dan 10 persen suara dalam survei tersebut. (has)