PM Israel Didakwa Tuduhan Korupsi, Suap, dan Penipuan

AP, CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 04:55 WIB
PM Israel Didakwa Tuduhan Korupsi, Suap, dan Penipuan PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AP Photo/Ariel Schalit)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa Agung Israel Avichai Mandelblit mendakwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas tuduhan korupsi. Netanyahu didakwa dengan tiga skandal termasuk menerima suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.

Mandelblit mengungkapkan dakwaan tersebut disampaikan setelah melalui proses investigasi selama tiga tahun.

Ia menegaskan tuduhan terkait dakwaan terhadap Netanyahu semata-mata karena pertimbangan profesional dan tidak terkait muatan politik.


"Ini bukan masalah kanan atau kiri. Ini bukan masalah politik. Ini adalah kewajiban yang dibebankan pada kita, orang-orang penegak hukum dan saya pribadi yang memimpin lembaga kejaksaan," ungkap Mandelblit seperti dilansir Associated Press.

Surat dakwaan mencatat Netanyahu menerima ratusan ribu dolar sampanye dan cerutu dari miliarder Arnon Milchan dan James Packer yang diperkirakan senilai US$200 ribu.

Tuduhan lainnya yakni 'Kasus 4000' yang membuat Netanyahu menggunakan kekuatannya untuk meloloskan peraturan bagi bisnis telekomunikasi milik Shaul Elovitch. Sebagai imbalannya, Netanyahu mendapat pemberitaan positif di situs berita Bezeq.

[Gambas:Video CNN]

Dakwaan tersebut tidak mengharuskan Netanyahu untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Namun secara signifikan akan melemahkan citranya untuk menjadi perdana menteri dalam tiga periode berturut-turut dalam pemilihan yang berlangsung tahun depan.

Menanggapi dakwaan tersebut, Netanyahu mengklaim dia sebagai korban konspirasi besar polisi dan jaksa penuntut. Ia mengklaim dakwaan tersebut palsu dan negara berupaya melakukan percobaan kudeta terhadapnya.


"Polisi dan penyidik tidak bekerja berdasarkan hukum. Waktunya melakukan penyelidikan terhadap para penyidik," ungkapnya.

Jika dakwaan ini benar, maka Netanyahu menjadi perdana menteri Israel pertama yang dituduh melakukan kejahatan selama menjabat.

Sementara itu rival utamanya pemimpin ppartai Biru dan Putih, Benny Gantz mengatakan Netanyahu tidak memiliki mandat publik atau moral untuk membuat keputusan penting bagi Israel. (evn)