Badai Florence Mendekat, AS Cabut Sementara Aturan BBM

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 13/09/2018 10:44 WIB
AS mencabut sementara aturan pengendalian polusi di tengah peningkatan konsumsi bahan bakar di Georgia dan Virginia menjelang Badai Florence. AS mencabut sementara aturan pengendalian polusi di tengah peningkatan konsumsi bahan bakar di Georgia dan Virginia menjelang Badai Florence. (U.S. Army National Guard/Sgt. Brian Calhoun/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat mencabut sementara aturan pengendalian polusi di tengah peningkatan konsumsi bahan bakar di Georgia dan Virginia menjelang Badai Florence.

EPA menyetujui permintaan untuk mencabut sementara peraturan tersebut karena "persediaan bahan bakar menurun drastis menyusul peringatan ancaman badai di wilayah Virginia dan Georgia."

Diberitakan Reuters, EPA juga menyetujui permintaan yang sama pada North Carolina dan South Carolina pada Rabu (12/9).
Melalui keputusan ini, EPA mengabaikan sementara peraturan mengenai pembatasan emisi kendaraan hingga 15 September dan tentang pengolahan ulang BBM serta campurannya sampai 30 September.


Otoritas lokal di Virginia, North Carolina, dan South Carolina akan menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan yang menaikkan harga BBM dalam keadaan darurat pada wilayah-wilayah tersebut.

Sejak warga melakukan persiapan menghadapi Badai Florence, persediaan BBM menipis sehingga harga melonjak di sejumlah pom bensin.
Kelompok pengendara motor AAA melaporkan bahwa harga BBM di South Carolina meningkat ke $2.59 per galon sejak minggu lalu.

Hampir 6 persen pom bensin di Wilmington, North Carolina, melaporkan kehabisan BBM pada Selasa (11/9).

Badai Florence diprediksi akan menerjang North Carolina pada Kamis atau Jumat dan memutar ke arah pesisir sebelum menuju daratan, menurut Pusat Badai Nasional di Miami.

Pemerintah AS sudah mengeluarkan perintah evakuasi untuk lebih dari 1 juta warga North Carolina, South Carolina, dan Virginia. (sab/has)