AS Berencana Jatuhkan Sanksi ke Rusia Akibat Pembunuhan Agen

Eka Santhika, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 10:01 WIB
Amerika Serikat berencana jatuhkan  sanksi Ilustrasi (REUTERS/Joshua Roberts)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat tengah merencanakan serangkaian sanksi "berat" baru bagi Rusia. Sanksi ini dijatuhkan atas dugaan pembuhuban agen Kremlin terhadap mata-mata Rusia yang membelot di Inggris. Hal ini disampaikan oleh seorang pejabat Departemen Luar Negeri, Kamis (13/9).

Sanksi baru akan mencakup sanksi perbankan, larangan yang lebih luas pada pembelian artikel pertahanan Rusia, dan blok pada bantuan asing.

Pada sidang kongres, Asisten Menteri Luar Negeri Manisha Singh menyebut bahwa Rusia belum menerima permintaan disampaikannya pernyataan bahwa negara itu bersih dari produksi racun saraf Novichok. Ini adalah racun yang digunakan untuk membunuh mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury, Inggris, 4 Maret lalu.


Moskow diberikan waktu hingga November untuk memberi izin inspeksi lokasi dimana racun kuat itu dibuat. Inspeksi ini juga dilakukan untuk memberikan jaminan bahwa racun Novichok tidak akan digunakan lagi.

"Mereka belum melakukannya sejauh ini," kata Singh.

"Kami memberi batas waktu November ini secara mutlak, kami berencana memberlakukan sanksi babak kedua yang sangat berat," katanya.

Sanksi pertama atas keracunan Skripal telah dilakukan Agustus lalu. Sanksinya berupa penghentian bantuan asing ke Rusia kecuali untuk bantuan kemanusiaan dan untuk makanan dan produk pertanian lainnya; memblokir beberapa penjualan pertahanan; dan melarang dukungan kredit pemerintah untuk ekspor ke Rusia.

Sementara Rusia sendiri hingga saat ini masih menolak tuduhan. "Mereka adalah warga sipil," kata Putin Rabu malam. (eks/eks)