13 Orang Tewas akibat Topan Mangkhut Filipina

Antara,, CNN Indonesia | Minggu, 16/09/2018 12:47 WIB
13 Orang Tewas akibat Topan Mangkhut Filipina Topan Mangkhut merupakan badai terbesar tahun ini. (AFP PHOTO / TED ALJIBE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Topan Mangkhut yang menerjang Filipina Utara pada dini hari, Sabtu (15/9) menewaskan 13 orang dan lima orang lain belum ditemukan.

Dewan Penanganan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC) menyatakan badai terbesar tahun ini juga telah menewaskan dua petugas akibat tanah longsor di Wilayah Administrasi Cordillera di Pulau Luzon, dan seorang anak perempuan diduga tewas akibat tenggelam di Sungai Marikina di Metro Manila.

Penasehat Presiden Filipina, Francis Tolentino dalam wawancara dengan stasiun radio lokal mengatakan bahwa empat orang meninggal di Cayapa, Nueva Vizcaya, termasuk bayi yang berusia delapan bulan dan satu lagi berusia dua tahun.


"Rumah mereka tertimpa pohon," kata Tolentino.

NDRRMC juga menyatakan empat orang dilaporkan cedera. Walikota Baguio Mauricio Domogan mengatakan bahwa kantornya menerima laporan lima orang meninggal dan lima orang lagi hilang akibat tanah longsor di Kota Baguio. Ini belum termasuk seorang anak berusia 13 tahun meninggal akibat tanah longsor lain di Itogon, Benguet.

Direktur Pelaksana NDRRMC Ricardo Jalad memprediksi jumlah korban jiwa masih akan bertambah.

Lebih dari 40 tanah longsor telah dilaporkan di Wilayah Cordillera dan upaya dilancarkan untuk membersihkan jalan di sana. Topan tersebut juga menghancurkan rumah, menumbangkan pohon dan membuat lebih dari 60.000 orang mengungsi di beberapa desa di Filipina Utara.

Pemerintah juga berusaha memulihkan pasokan listrik di daerah yang mengalami pemadaman.

Tercatat hampir lima juta orang Filipina terkena dampak topan itu, kebanyakan petani dan nelayan dari berbagai provinsi.

Topan Mangkhut, memasuki Filipina Utara pada pukul 01.40 waktu setempat dengan 330 kilometer per jam, dan mulai melemah saat bergerak ke arah China.

[Gambas:Video CNN]

(mik)