Dewan Penanganan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina (NDRRMC) menyatakan badai terbesar tahun ini juga telah menewaskan dua petugas akibat tanah longsor di Wilayah Administrasi Cordillera di Pulau Luzon, dan seorang anak perempuan diduga tewas akibat tenggelam di Sungai Marikina di Metro Manila.
Penasehat Presiden Filipina, Francis Tolentino dalam wawancara dengan stasiun radio lokal mengatakan bahwa empat orang meninggal di Cayapa, Nueva Vizcaya, termasuk bayi yang berusia delapan bulan dan satu lagi berusia dua tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Pelaksana NDRRMC Ricardo Jalad memprediksi jumlah korban jiwa masih akan bertambah.
Lebih dari 40 tanah longsor telah dilaporkan di Wilayah Cordillera dan upaya dilancarkan untuk membersihkan jalan di sana. Topan tersebut juga menghancurkan rumah, menumbangkan pohon dan membuat lebih dari 60.000 orang mengungsi di beberapa desa di Filipina Utara.
Tercatat hampir lima juta orang Filipina terkena dampak topan itu, kebanyakan petani dan nelayan dari berbagai provinsi.
Topan Mangkhut, memasuki Filipina Utara pada pukul 01.40 waktu setempat dengan 330 kilometer per jam, dan mulai melemah saat bergerak ke arah China.
[Gambas:Video CNN]
(mik)