Dua Pengunjung Restoran Jatuh Sakit di Kota Skripal Diracun

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 17/09/2018 03:22 WIB
Dua Pengunjung Restoran Jatuh Sakit di Kota Skripal Diracun Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov, di London, 5 September. (Metroplitan Police handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua orang, seorang pria dan seorang wanita, dikabarkan jatuh sakit saat makan di restoran Prezzo di Salisbury, Inggris, Minggu (16/9).

Salisbury merupakan tempat di mana mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya Yulia diracun pada Maret.

Merespons insiden medis itu, petugas kepolisian Wiltshire kemudian datang ke restoran di malam hari.

"Sebagai tindakan pencegahan, restoran dan jalan-jalan sekitarnya telah ditutup, sementara petugas menghadiri tempat kejadian dan menstabilkan kondisi di sekitar untuk mencari tahu penyebab korban sakit," kata kepolisian, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.

Sebelumnya, Pemerintah Inggris mengatakan perwira Rusia menggunakan agen saraf Novichok untuk menyerang Skripal. Namun, Kremlin membantah terlibat.

Mantan mata-mata Rusia dan putrinya itu selamat dari upaya pembunuhan. Namun, seorang wanita yang tidak puny kaitan dengan kasus itu, Dawn Sturgess, meninggal pada bulan Juli, dan pasangannya Charlie Rowley jatuh sakit setelah Rowley menemukan botol parfum yang mengandung agen syaraf yang sama.

Awal bulan ini para jaksa Inggris mengidentifikasi dua orang Rusia yang beroperasi di bawah nama alias, yakni Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov. Mereka dituding mencoba membunuh Skripal dengan agen saraf kelas militer.

Inggris mendakwa kedua pria itu secara in absentia dengan percobaan pembunuhan, dan mengatakan para tersangka adalah perwira intelijen militer yang hampir pasti bertindak atas perintah dari Rusia.

Dua orang Rusia yang mirip dengan kedua orang itu mengatakan di televisi pada Kamis (13/9) bahwa mereka adalah turis yang terbang ke London untuk bersenang-senang dan mengunjungi kota Salisbury untuk melihat katedralnya.

Mereka muncul sehari setelah Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia telah menempatkan Petrov dan Boshirov, tetapi tidak ada yang istimewa atau catatan kriminal dari keduanya.




(arh)