Daki Gunung dengan Kim Jong-un, Mimpi Moon Jae-in Terwujud

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 20/09/2018 16:55 WIB
Daki Gunung dengan Kim Jong-un, Mimpi Moon Jae-in Terwujud Mimpi nomor satu presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, akhirnya terwujud setelah ia berhasil mendaki gunung Paektu di Korea Utara bersama Kim Jong-un. (Pyeongyang Press Corps/Pool via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mimpi nomor satu presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, akhirnya terwujud setelah ia berhasil mendaki gunung Paektu di Korea Utara bersama Kim Jong-un.

Sebagai orang dengan mendaki gunung dan sudah dua kali menaklukkan Gunung Himalaya, Moon mengaku sudah sejak lama bermimpi menjajaki Gunung Paektu yang terletak di perbatasan dengan China.

"Banyak orang di Korsel akan pergi ke gunung Paektu lewat wilayah China, tetapi saya memutuskan untuk tidak seperti itu. Saya berjanji bahwa saya akan lewat tanah kami," kata Moon kepada Kim saat mencapai puncak gunung.


"Namun, waktu berlalu begitu cepat, dan saya pikir keinginan saya mungkin tidak terwujud. Namun, hal itu terjadi hari ini."
Pendakian ini dianggap semakin istimewa karena dilakukan sebagai penutupan lawatan tiga hari Moon ke Korut, di mana ia dan Kim membicarakan prospek perdamaian dan perlucutan senjata nuklir di Semenanjung Korea.

Ketika Moon tiba di bandara dekat gunung tersebut, sekitar 1.000 warga Korut menyambut sambil melambai-lambaikan bunga mawar dan berteriak Tanah Air! Unifikasi!"

Moon dan Kim kemudian menggunakan kereta gantung menuju Danau Surga, sebuah kaldera di puncak gunung.
Daki Gunung dengan Kim Jong-un, Mimpi Moon TerwujudPresiden Korsel, Moon Jae-in, sempat mengisi botol minumnya dengan air dari Danau Surga. (Pyeongyang Press Corps/Pool via Reuters)
Bersama istri mereka, Kim dan Moon berjalan mengitari daerah itu dan berfoto bersama. Moon bahkan sempat mengisi botol minumnya dengan air dari danau tersebut.

"Orang China iri pada kita karena mereka tidak bisa turun ke danau jika pergi dari sisi wilayah mereka, tetapi kita bisa," kata Kim.

"Kita harus menulis bab sejarah lain antara Korea Utara dan Selatan dengan merefleksikan sejarah baru kita di Danau Surga ini."
Beberapa pejabat senior Korsel yang menemani Moon menyarankan untuk mengajak Kim dan istrinya ke Gunung Halla, dataran tertinggi dan tempat wisata indah di negara mereka.

"Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa kita menyambut matahari di Paektu dan menyambut unifikasi di Halla," kata istri Kim, Ri Sol-ju.

Setelah pertemuan hari kedua kemarin, Rabu (19/9), Kim mengatakan akan mengunjungi Seoul dalam waktu dekat. Jika terwujud, itu akan menjadi perjalanan pertama seorang pemimpin Korut ke ibu kota Korsel.

Gunung dan danau revolusi

Kunjungan ke gunung dan danau ini sendiri dianggap sangat sarat simbol dengan berbagai interpretasi. Konon, gunung ini adalah tempat asal orang Korea. Nama gunung ini pun disebut-sebut dalam lagu kebangsaan Korsel dan sejumlah propaganda Korut.

Gunung berapi aktif ini dihiasi dengan kamp-kamp rahasia dan situs bersejarah dari zaman perang gerilya Korea melawan penjajahan Jepang pada 1930-1940an, di mana kakek Kim, Kim Il-sung, memegang peranan penting.
Daki Gunung dengan Kim Jong-un, Mimpi Moon TerwujudGunung berapi aktif ini dihiasi dengan kamp-kamp rahasia dan situs bersejarah dari zaman perang gerilya Korea melawan penjajahan Jepang pada 1930-1940an. (Pyeongyang Press Corps/Pool via Reuters)
Korut sendiri mengklaim bahwa Kim Il-sung dan ayah Kim, Kim Jong-il, lahir di Gunung Paektu, memperkuat propaganda garis keturunan penguasa dalam darah Keluarga Kim.

Sebuah artikel dalam surat kabar Rodong Sinmun pada 1980 menyebut bahwa gunung Paektu merupakan "gunung suci revolusi" yang dipelopori oleh Kim Il Sung selama 20 tahun perjuangan keras anti-Jepang.

Michael Madden, seorang ahli Korea Utara di 38 Utara Stimson Centre, mengatakan bahwa pemberitaan dalam "Media negara dan indoktrinasi ideologis ini berperan penting" dalam pengambilalihan kekuasaan oleh Kim Jong-il pada 1980.

[Gambas:Video CNN]

Kim Jong Un sendiri selalu mengunjungi gunung ini gunugn ini ketika ada perkembangan penting baru di Korut, termasuk sebelum ia mengeksekusi pamannya sendiri, Jang Song-thaek pada 2013, juga setelah uji coba nuklir kelima pada 2016.

Menurut media resmi Korut, Kim terakhir pergi ke gunung itu pada Desember lalu setelah menyatakan Korut telah menyelesaikan tujuannya menjadi negara nuklir.

"(Moon) akan menambah banyak legitimasi untuk Kim, yang tidak pernah menggelar pertemuan besar dengan pemimpin asing hingga tahun ini," kata Seo Yu-suk, seorang manajer penelitian di Institut Studi Korea Utara di Seoul.

Menutup pernyataan pendapatnya, Seo berkata, "Ini adalah kudeta diplomatik baginya." (cin/has)