Hadapi Rusia, Inggris Perkuat Tentara Siber

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 21/09/2018 07:40 WIB
Hadapi Rusia, Inggris Perkuat Tentara Siber Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Inggris akan membuat tentara siber baru yang beranggotakan lebih dari 2.000 orang. Pasukan siber ini akan dikerahkan untuk meningkatkan kemampuan perang negara itu di dunia maya.

Jumlah tentara siber yang akan diumumkan dalam waktu dekat ini naik empat kali lipat dari tentara siber yang sudah ada. Mereka akan fokus pada operasi serangan siber.

Pemerintah Inggris diperkirakan akan menggelontorkan 250 juta poundsterling untuk membiaya operasi ini, seperti disebutkan sumber SkyNews. Namun, berdasarkan sumber kedua SkyNews, angka ini kemungkinan akan lebih besar lagi.


Rencana ini dilakukan Kementerian Pertahanan Inggris dan GCHQ (Government Communication Headquarter-organisasi intelejen dan keamanan Inggris) menanggapi semakin tingginya ancaman siber dari Rusia. Inggris sebelumnya juga sudah menggunakan senjata siber untuk memerangi Islamic State. Ini adalah penggunaan senjata siber untuk pertama kalinya, seperti dilansir Reuters.

Jenderal Sir Richard Barrons, mantan komandan Komando Pasukan Gabungan, mengatakan bahwa meningkatkan kemampuan Inggris untuk melancarkan serangan siber adalah hal yang penting.

Pria yang bertanggung jawab atas pasukan siber militer ini menyebut bahwa pertahanan siber makin penting ketika negara-negara seperti Rusia sudah menyerang.

"Dengan adopsi teknik pertahanan siber di Inggris, kami sedang meningkatkan kemampuan dan menyediakan sistem baru untuk menakuti dan menghukum negara-negara yang ingin menyakiti kami," katanya.

Belakangan, Inggris dan Rusia banyak berselisih paham mengenai banyak hal. Salah satunya adalah insiden di Salisbury ketika London menuduh Moskow meracuni mantan mata-mata Rusia Sergei Skripal dan putrinya dengan racun saraf oleh agen Novichok.
(eks/eks)