Pertemuan yang dihadiri para diplomat wanita itu diadakan di Montreal selama dua hari.
Lihat juga:Menlu Inggris Serukan Keadilan bagi Rohingya |
Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, mengatakan, "Wanita ialah kunci dari solusi mengatasi masalah politik, ekonomi dan sosial yang berlangsung di kehidupan sosial."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya selalu mempromosikan kesetaraan gender dan menghormati kaum wanita," kata Freeland dalam kata sambutannya.
"Saat kita semua terlibat dalam proses ini, kehidupan sosial akan menjadi kuat, menguntungkan dan aman," lanjutnya.
Selain perwakilan Uni Eropa, pertemuan ini juga dihadiri oleh diplomat dari 18 negara yakni Andorra, Bulgaria, Kosta Rika, Kroasia, Republik Dominika, Ghana, Guatemala, Honduras, Indonesia, Kenya, Namibia, Norwegia, Panama, Afrika Selatan, Rwanda, Afrika Selatan, Saint Lucia dan Swedia.