Kanada Gelar Pertemuan Perdana Diplomat Wanita Sedunia
AFP | CNN Indonesia
Sabtu, 22 Sep 2018 23:06 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Para wanita yang menduduki jabatan di kementerian luar negeri dari belasan negara diundang dalam pertemuan yang dilaksanakan di Kanada pada Jumat (21/9) waktu setempat.
Pertemuan yang dihadiri para diplomat wanita itu diadakan di Montreal selama dua hari.
Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, mengatakan, "Wanita ialah kunci dari solusi mengatasi masalah politik, ekonomi dan sosial yang berlangsung di kehidupan sosial."
Selama dua hari, pertemuan akan diisi dengan sejumlah diskusi dengan empat topik utama yakni; wanita dalam politik dan posisi kepemimpinan; kekuatan demokrasi, promosi perdamaian dan keamanan serta meniadakan kesenjangan gender.
"Saya selalu mempromosikan kesetaraan gender dan menghormati kaum wanita," kata Freeland dalam kata sambutannya.
"Saat kita semua terlibat dalam proses ini, kehidupan sosial akan menjadi kuat, menguntungkan dan aman," lanjutnya.
Selain perwakilan Uni Eropa, pertemuan ini juga dihadiri oleh diplomat dari 18 negara yakni Andorra, Bulgaria, Kosta Rika, Kroasia, Republik Dominika, Ghana, Guatemala, Honduras, Indonesia, Kenya, Namibia, Norwegia, Panama, Afrika Selatan, Rwanda, Afrika Selatan, Saint Lucia dan Swedia.
(ard)
Pertemuan yang dihadiri para diplomat wanita itu diadakan di Montreal selama dua hari.
Lihat juga:Menlu Inggris Serukan Keadilan bagi Rohingya |
Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, mengatakan, "Wanita ialah kunci dari solusi mengatasi masalah politik, ekonomi dan sosial yang berlangsung di kehidupan sosial."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya selalu mempromosikan kesetaraan gender dan menghormati kaum wanita," kata Freeland dalam kata sambutannya.
"Saat kita semua terlibat dalam proses ini, kehidupan sosial akan menjadi kuat, menguntungkan dan aman," lanjutnya.
Selain perwakilan Uni Eropa, pertemuan ini juga dihadiri oleh diplomat dari 18 negara yakni Andorra, Bulgaria, Kosta Rika, Kroasia, Republik Dominika, Ghana, Guatemala, Honduras, Indonesia, Kenya, Namibia, Norwegia, Panama, Afrika Selatan, Rwanda, Afrika Selatan, Saint Lucia dan Swedia.