FOTO: Saat Korban Kekerasan Seksual Kolombia Angkat Suara

REUTERS, CNN Indonesia | Sabtu, 22/09/2018 15:49 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Perang saudara yang melanda Kolombia pada lebih dari satu dekade lalu menimbulkan kenangan pahit bagi sejumlah wanita.

 Perang saudara di Kolombia menyisakan kenangan pahit bagi sebagian wanita yang menjadi korban kekerasan seksual kala itu. (REUTERS/Nacho Doce)
Yeimy (37), misalnya, yang tak kuasa menangis mengingat pemerkosaan yang dilakukan oleh empat anggota kelompok bersenjata revolusioner kolombia (FARC) 12 tahun lalu. (REUTERS/Nacho Doce)
Sementara Yeimy diperkosa, sang suami, Elkin disiksa oleh FARC lantaran menolak membayar pajak revolusioner. (REUTERS/Nacho Doce)
Setelah mendapatkan kesepakatan untuk membebaskan suaminya, Yeimy melarikan diri bersama keluarganya ke Soacha, dekat Bogota, yang menjadi rumah bagi puluhan ribu orang yang terlantar akibat konflik. (REUTERS/Nacho Doce)
Namun, dua tahun kemudian, pemberontak kembali menculik Elkin dan menembaknya hingga tewas. (REUTERS/Nacho Doce)
Berbagai peristiwa nahas yang diterimanya itu membuat Yeimy berani untuk bicara di depan Pengadilan Perdamaian Khusus untuk mengadili kejahatan yang dilakukan oleh semua pihak dalam konflik. (REUTERS/Nacho Doce)
Pusat Nasional Memori Historis Kolombia Memperkirakan 15.687 orang menjadi korban kekerasan seksual selama konflik. (REUTERS/Nacho Doce)
Korban lain, Lina, yang dilecehkan di wilayah Montes de Maria, bertekad untuk berbicara dengan pengadilan dipaksa untuk tetap diam selama konflik.
Juru Bicara FARC menolak mengomentari tuduhan kejahatan perang sejak kesepakatan damai. Mereka menyebut kasus-kasus itu akan didengar oleh Pengadilan Perdamaian Khusus. (REUTERS/Nacho Doce)
Kekerasan seksual itu dilakukan untuk menanamkan rasa takut di masyarakat. (REUTERS/Nacho Doce)