Partai Buruh Tantang PM Inggris soal Gagasan Brexit

tim, CNN Indonesia | Minggu, 23/09/2018 03:44 WIB
Partai Buruh Tantang PM Inggris soal Gagasan Brexit PM Inggris Theresa May kini mendapatkan tekanan di dalam negeri mengenai proses Brexit dari Uni Eropa. (REUTERS/Simon Dawson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin oposisi, Partai Buruh, Jeremy Corbyn menyatakan pihaknya akan menantang Perdana Menteri Inggris Theresa May soal gagasan Brexit (Inggris keluar dari Uni Eropa/British Exit). Dan, sambung Corbyn, pihaknya menuntut pemilu digelar jika kesepakatan gagal didapat.

Sebelumnya, pemerintahan May menyatakan tak akan menyerah untuk pembicaraan Brexit meskipun sejauh ini masih menemui jalan buntu.

"Kami akan menantang pemerintah ini pada kesepakatan apa pun yang ditimbulkannya pada enam. tuntutan kami, pada pekerjaan, pada standar hidup, pada perlindungan lingkungan," ujar Corbyn pada kegiatan konferensi tahunan Buruh di Liverpool, Inggris, Sabtu (22/9) seperti dikutip dari Reuters.


"Dan jika pemerintah ini tidak bisa memberikan, maka saya hanya mengatakan kepada Theresa May cara terbaik untuk menyelesaikan ini adalah dengan mengadakan pemilihan umum."

Proses Brexit sendiri dimulai secara formal setelah May mengirim surat untuk memberlakukan pasal 50 traktat Lisbon ke Brussels pada 29 Maret tahun lalu. Namun, rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa itu mendapatkan hantaman setelah dua menteri May mundur yakni Menlu Boris Johnson dan Menteri urusan Brexit, David Davis.


Meskipun begitu, akhir pekan ini ada sejumlah aksi salah satunya di Bolton yang mendukung proposal May soal Brexit.

"Ini adalah suara untuk membawa kembali negara kami, mengembalikan kemampuan kami untuk memuat hukum kami sendiri, mengembalikan kontrol kami atas perbatasan dan sebagai negara yang merdeka," ujar mantan pemimpin partai UIKP, Nigel Farage di hadapan sekitar 1.000 pendukungnya di Bolton seperti dikutip dari AFP.

Para pemimpin negara-negara Uni Eropa sendiri telah menggelar pertemuan tingkat tinggi di Salzburg, Austria, pada tengah pekan ini. Mereka tak menyetujui proposal Brexit yang diajukan May soal hubungan dagang serta perbatasan Irlandia.

Para pendukung Brexit yang melakukan aksi di Bolton itu meminta May tak menyerah dalam perundingan dengan Uni Eropa. Termasuk Davis yang juga memimpin aksi di Bolton mengatakan, "Kami tak perlu takut... Kita harus menerima sebuah gagasan Brexit dengan jelas dan tepat, bukan sebuah kompromi yang lemah."

Slogan-slogan mendorong Brexit pun bermunculan di wilayah Inggris di antaranya poster bertuliskan "Leave Means Leave" dan "Stop the Brexit betrayal."

(Reuters/AFP/kid)