Jaksa Italia Buka Penyelidikan atas Mendagri soal Imigran

Dika Dania Kardi, CNN Indonesia | Minggu, 26/08/2018 05:52 WIB
Jaksa Italia Buka Penyelidikan atas Mendagri soal Imigran Ilustrasi penyelamatan imigran di Italia. (Karpov/handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa penuntut di Sisilia membuka penyelidikan atas Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Salvini, untuk pengurungan dan penangkapan ilegal serta penyalahgunaan kekuasaan atas penolakannya untuk mengizinkan lebih dari 100 imigran yang diselamatkan dari kapal penjaga pantai, Diccioti.

Seperti dikutip dari AFP, jaksa di Sisilia mengatakan mereka sekarang sedang menyelidiki Salvini sehubungan dengan penderitaan para migran. Sementara itu, Salvini, sebelumnya menepis laporan penyelidikan yang lebih luas tentang siapa yang bertanggung jawab pada Jumat (24/8) malam waktu setempat.


Dikutip dari Euro News setidaknya ada delapan aturan hukum yang potensial dilanggar atas pencekalan para imigran tersebut tak boleh turun dari kapal Diciotti. Satu di antaranya adalah Konvensi Eropa soal perlindungan HAM.


Salvini sendiri telah membiarkan 27 imigran di bawah umur yang berada di kapal Diciotti untuk ke dermaga. Namun, hanya 12 yang akhirnya turun setelah sisanya menolak turun jika itu berarti terpisah dengan anggota keluarga lain yang masih di dalam kapal.

Mereka, seluruhnya sekitar 150 imigran di kapal tersebut, sebelumnya dilarang turun ke dermaga Catania, Sisilia, di mana kapal tersebut berlabuh setelah mereka diselamatkan dari pulau Lampedula pekan lalu.

Keputusan mencekal imigran di Diciotti yang diambil Roma-pusat pemerintahan Italia-itu pun mendapat penentangan keras dari Uni Eropa. Atas penentangan itu, Italia pun mengancam bakal menarik pendanaan sebesar 20 miliar euro untuk blok tersebut, jika tak ada bantuan untuk bersedia menampung para imigran.

Akhirnya, Albania pun membuka tangan dengan menyatakan akan menerima 20 pengungsi imigran dari kapal Diciotti tersebut. Albania sendiri bukanlah negara anggota Uni Eropa. Sementara itu, negara-negara Uni Eropa mengalami deadlock dalam pertemuan membahas hal tersebut pada 24 Agustus lalu.

Atas sikap Albania, Kementerian Luar Negeri Italia pun menyampaikan terima kasih lewat kicauan di akun twitter. Sementara itu, badan PBB yang mengurus soal pengungsi (UNHCR) meminta para anggota Uni Eropa untuk juga mau menyediakan tempat bagi para imigran di kapal Diciotti.

"Sementara itu, UNHCR pun mengimbau otoritas Italia untuk mengjinkan segera menurunkan orang-orang yang berada dalam kapal tersebut," demikian pernyataan UNHCR.

Sementara itu, dikutip dari Reuters, tim medis menaiki kapal Diciotti untuk memeriksa lebih dari seratus imigran yang dicekal di sana. Para imigran itu telah dicekal tak boleh turun ke dermaga sejak Senin lalu. Pemerintah Italia mencekal mereka karena ingin negara-negara Uni Eropa lain pun menerima beban imigran.

Italia sendiri telah kedatangan imigran lebih dari 650.000 sejak 2014 silam

Para pengawas medis dari Kementerian Kesehatan Italia dan Palang Merah mengatakan beberapa dari imigran di kapal itu menolak makan sebagai bagian dari aksi karena dicekal tak boleh turun dari kapal.

Perwakilan Palang Merah, Stefano Principato mengatakan hal yang paling kritis dialami para imigran adalah masalah kesehatan mental atau tekanan psikologis dibandingkan fisik.

Sementara itu dari 27 imigran di bawah umur yang telah turun dari kapal, kata Stefano, sebanyak 13 di antaranya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

(kid)