"Kami akan berjuang untuk Venezuela dan kami akan terus melakukannya sampai Maduro pergi," teriak Haley melalui pengeras suara, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (27/9).
"Kami ingin suara lantang Anda dan saya mengatakan kepada Anda, suara AS akan sangat lantang!"
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di belakang Haley, warga Venezuela mengacungkan poster-poster yang salah satunya bertuliskan "SOS Venezuela" sambil berteriak, "Apa yang kami inginkan? Kebebasan!"
"Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun, dunia membuka matanya dan memahami krisis yang dialami warga Venezuela."
Seorang demonstran lainnya, Guimar Silva, kemudian mengatakan bahwa mereka berharap PBB dapat mengambil tindakan konkret untuk membantu mereka.
"Kami tak dapat lagi bertahan dari kemiskinan dan kelaparan. Orang-orang sekarat, tak ada obat-obatan dan makanan, dan anak-anak dan orang tua paling terkena dampaknya," tutur Silva.
[Gambas:Video CNN]
Maduro sendiri akhirnya berangkat ke New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB tak lama setelah Trump menyampaikan pidatonya. Ia menyebut AS ingin melakukan "agresi permanen" dan mau bertemu langsung dengan Trump.
Krisis ini menjadi sorotan beberapa tahun belakangan. Untuk pertama kalinya setelah Hugo Chavez mengambil alih kepemimpinan pada dua dekade lalu, Venezuela mengalami hiperinflasi yang bisa mencapai satu juta persen tahun ini, membuat warga sangat sulit mendapatkan kebutuhan pokok.
Sekitar 2,3 juta warga Venezuela kabur dari negaranya, sementara Maduro menyalahkan interfensi AS atas negaranya yang menyebabkan konflik semakin panas. (has)