Presiden China, Xi Jinping menyampaikan pesannya kepada presiden Joko Widodo dan siap memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan berbagai pihak Indonesia. Atas nama pemerintah China, Xi menyebut bahwa Indonesia merupakan negara tetangga yang ramah dan China memberikan simpati terhadap keluarga korban bencana, seperti diberitakan China Daily.
Menteri Luar Negeri Filipina, Alan Peter juga menyampaikan bela sungkawa kepada Indonesia. Dirinya menambahkan bahwa Filipina siap untuk menanggapi dan memperpanjang bantuan ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Singapura, Halimah Yacob mengirimkan surat kepada Joko Widodo dan mengatakan bahwa Singapura akan memberikan bantuan untuk mendukung upaya bantuan yang sedang berlangsung di Indonesia saat ini.
"Atas nama rakyat Singapura, saya menyampaikan simpati sepenuh hati kepada keluarga yang terkena dampak gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah pada 28 September 2018," tulisnya dalam suratnya seperti dikutip The Strait Times.
India dan Australia juga memberikan ucapan bela sungkawa atas kejadian yang menimpa Indonesia. Mereka menyampaikan ucapan tersebut melalui cuitan di twitter yang langsung ditujukan kepada presiden Joko Widodo.
[Gambas:Twitter]
"Kami sangat sedih dengan hilangnya nyawa dan kehancuran yang disebabkan akibat tsunami dan gempa bumi di Sulawesi Tengah di Indonesia. Saya menawarkan belasungkawa yang mendalam. India berdiri dengan tetangga maritimnya pada saat sulit ini," tulis Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Hal yang sama juga diutarakan oleh Perdana Menteri Australia, Scott Morison dalam cuitannya di Twitter. Australia menawarkan bantuan untuk Indonesia atas kejadian ini.
"Saya sangat sedih mendengar peristiwa tragis di Sulawesi. Saya menyampaikan doa sepenuh hati Australia untuk Presiden Joko Widodo dan teman-teman Indonesia kami, dan semua yang terkena dampaknya. Australia siap membantu," tulis nya.
[Gambas:Twitter]
Palu dan Donggala porak-poranda setelah diguncang gempa dan tsunami pada Jumat (28/9). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa tsunami setinggi 1,5 hingga 2 meter menghantam Palu setelah gempa terjadi. Berbagai bangunan hancur dan jalan retak akibat gempa dan tsunami ini.
Lebih dari 540 orang terluka karena gempa tersebut, sementara 17 ribu pengungsi tersebar di beberapa titik di kota Palu. Di antara jumlah tersebut, 71 di antaranya yang terdampak merupakan warga negara asing.
Jumlah korban tewas, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwonugroho, ada kemungkinan akan terus bertambah karena banyak jenazah yang belum teridentifikasi. (cin/eks)