Menlu AS Akan Temui Kim Jong Un Bahas Denuklirisasi

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/10/2018 04:00 WIB
Menlu AS Akan Temui Kim Jong Un Bahas Denuklirisasi Menlu AS Mike Pompeo. (REUTERS/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan bertolak ke Korea Utara, dan bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un untuk membahas program denuklirisasi. Rencananya, Pompeo akan terbang menuju Pyongyang, Sabtu 6 Oktober 2018.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan selain berkunjung ke Pyongyang, Pompeo juga dijadwalkan melakukan lawatan ke Jepang, Korea Selatan, dan China.

Kunjungan Pompeo dilakukan menjelang pertemuan kedua antara Kim Jong Un dan Presiden Donald Trump. Kim Jong Un dan Trump sebelumnya pernah bertemu di Singapura pada Juli 2018.

"Saya pikir ini menunjukkan kemajuan ke depan. Kami menantikan langkah selanjutnya dalam pembicaraan nanti," kata Nauert seperti dikutip Reuters, Rabu (3/10).

Kedatangan Pompeo ke Korea Utara merupakan undangan dari Kim Jong Un, yang disampaikan melalui Menlu Korut Ri Yong Ho ketika keduanya bertemu di sela-sela sidang umum PBB di New York, beberapa hari lalu.

Selain membahas deknulirisasi, Pompeo juga akan mengatur pertemuan kedua antara Kim Jong Un dan Donald Trump.
Nauert mengatakan usai bertemu dengan Kim Jong Un, Pompeo juga akan menjelaskan hasil pembicaraan dengan Kim Jong Un kepada Jepang, Korea Selatan dan China.

Kim Jong Un telah berkomitmen untuk menyerahkan senjata nuklir negaranya meskipun Korea Utara tak memenuhi tuntutan Washington untuk mengumumkan secara lengkap program senjata Korea Utara.

Dalam sidang umum PBB, Donald Trump sempat memuji Kim Jong Un atas keberaniannya melakukan kesepakatan denuklirsasi, tapi ia menegaskan bahwa sanksi Amerika Serikat untuk Korea Utara masih berlaku hingga perlucutan senjata nuklir itu benar-benar terjadi.

"Saya ingin berterima kasih kepada Pemimpin Kim atas keberaniannya mengambil langkah, meski masih banyak yang harus dilakukan," ujar Trump.

Namun, hingga kini Korut belum sepenuhnya akan melakukan denuklirisasi selama AS tidak melakukan tindakan yang tepat. Hal ini mengacu pada kekerasan AS yang tak ingin melepaskan sanksi ekonominya kepada Korut sampai negara itu benar-benar melakukan denuklirisasi fasilitas-fasilitasnya.

Kim Jong Un pada KTT di Pyongyang bulan lalu, menyatakan bersedia untuk "secara permanen membongkar" kompleks nuklir Yongbyon jika Amerika Serikat mengambil tindakan yang sesuai.

Sebelumnya tiga pejabat senior AS yang terlibat dalam kebijakan Korea Utara mengatakan kepada Reuters hingga belum ada kemajuan terkait negosiasi serius untuk menghilangkan atau bahkan menghentikan senjata nuklir dan program rudal balistik Kim.



(ugo/ugo)