Tak Cuma Korut, Menlu AS Juga Lakukan Kunjungan ke China

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/10/2018 06:49 WIB
Tak Cuma Korut, Menlu AS Juga Lakukan Kunjungan ke China Ilustrasi (Reuters/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo akan melakukan kunjungan ke akan melakukan perjalanan ke China, Jepang, dan Korea Selatan pada 6-8 Oktober. 

Kunjungan Pompeo ini merupakan pendahuluan sebelum pertemuan tingkat tinggi kedua antara Kim dan Trump. Undangan untuk mengunjungi Pyongyang dibuat dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Korut Ri Yong Ho di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa minggu lalu.

Nuert menyatakan bahwa kunjungannya ke Jepang, Korsel, dan China ditujukan untuk memberikan penjelasan singkat pada pembicaraan Pyongyang.


Dalam kunjungannya, ia akan bertemu Perdana Menteri Shinzo Abe dan Menteri Luar Negeri Taro Kono di Tokyo dan Presiden Moon Jae-in dan Menteri Luar Negeri Kang Kyung-wha di Seoul. Sementara di Beijing ia akan bertemu dengan pejabat setempat untuk membahas "masalah bilateral, regional dan global."

Selepas pertemuan itu ia akan bertolak ke Korea Utara akhir pekan ini untuk membicarakan masalah denuklirisasi dengan pimpinan Korut Kim Jong Un. Dijadwalkan Menlu akan tiba di Korut pada Minggu (8/10) waktu setempat. 

Hal ini diungkap oleh Kementerian Luar Negeri AS, Selasa (2/10). Mereka juga menyebut bahwa pertemuan ini adalah sebuah kemajuan meskipun sejauh ini terdapat sinyal negatif dari Pyongyang.

"Saya pikir ini adalah sebuah kemajuan dan memontem dimana Menlu melakukan perjalanan keempatnya dalam waktu kurang dari satu tahun," jelas juru bicara Heather Nauert dalam konferensi pers ketika ditanyakan terkait kunjungannya ke Pyongyang.

Pompeo juga juga Dalam pertemuan Juni lalu dengan Trump, Kim berjanji untuk melakukan denuklirisasi di semenanjung Korea. Namun, Kim dianggap gagal memenuhi permintaan Washington untuk melakukan inventaris senjata nuklirnya dan membuat langkah yang tak bisa diubah dengna meyerahkan gudang senjata yang berpotensi AS.

Namun, Sabtu lalu Trump tetap memuji keinginan denuklirisasi Korut yang dinyatakan Kim saat bertemu dengan pimpinan Korsel. Pada rapat umum dengan pendukungnya, Trump bahkan menyebut bahwa mereka telah "jatuh cinta" setelah bertukar surat.

Namun, sebelum pernyataan Trump itu, Menteri Luar Negeri Korut memberikan nada berbeda. Ia menyebut jika AS meneruskan sanksinya, maka itu akan mengurangi kepercayaan Korut terhadap AS. Sehingga membuat Korut menahan diri untuk melakukan demiliterisasi.

Ri menyebut bahwa Pyongyang telah memberikan langkah-langkah dengan maksud baik dengan menghentikan pengujian nuklir dan misil. Mereka juga membongkar tempat uji coba nuklir, tetapi tidak ada tanggapan yang tepat dari Washington. (eks/eks)