Pompeo Nilai Cekcok AS-China Tak Halangi Dialog dengan Korut

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 06/10/2018 12:33 WIB
Pompeo Nilai Cekcok AS-China Tak Halangi Dialog dengan Korut Mike Pompeo. (Foto: REUTERS/Aaron P. Bernstein)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menganggap perseteruan Gedung Putih dengan China tak menghambat upaya Washington membujuk Pyongyang melucuti senjata nuklirnya.

Pompeo justru menilai China merupakan bagian dari solusi penyelesaian nuklir Korea Utara meski kedua negara masih terlibat cekcok perang dagang. Selain itu AS juga menuding China ingin mengintervensi pemilihan Kongres awal November mendatang.

Menurut Pompeo, walau banyak perbedaan, namun China sama-sama menginginkan denuklirisasi di Semenanjung Korea.


"Meski banyak perbedaan dan hal lainnya-seperti perdebatan dalam hal perang dagang-mereka (China) tetap bertekad mendukung upaya kami melihat (denuklirisasi) sampai selesai secara konsisten sejak kami pertama kali memulai proses ini," ucap Pompeo di Alaska sebelum bertolak ke Pyongyang untuk bertemu Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un, Jumat (5/10).

"Kami tahu bahwa China akan menjadi bagian dari solusi saat kami mencapai proses akhir. Jika kita melakukan hal ini dengan baik, kita bisa menyepakati perjanjian damai untuk mengakhiri perjanjian gencatan senjata (Perang Korea). China akan menjadi bagian dari proses ini."

Meski begitu, Pompeo enggan menjelaskan apakah AS akan sepakat terhadap permintaan Korea Utara yang menginginkan sebuah deklarasi resmi untuk mengakhiri Perang Korea 1950-1953.

Dikutip Reuters, lawatan ke Pyongyang ini merupakan yang keempat kalinya bagi Pompeo. Kunjungan terakhirnya ke negara terisolasi itu pada Juli lalu tidak berjalan lancar.

Lawatan terakhirnya itu malah berbuah celaan dari Korea Utara yang menganggap kedatangan dia ke Pyongyang hanya untuk menyodorkan "tuntutan seperti gangser."

Belakangan Pompeo juga membuat geram Korea Utara lantaran mengatakan Gedung Putih akan tetap memberlakukan sanksi terhadap Pyongyang sampai pelucutan senjata nuklir benar-benar terjadi.

Pompeo dijadwalkan akan mengunjungi Tokyo sebelum bertolak ke Pyongyang pada Minggu (7/10).

Mantan Direktur Badan Pusat Intelijen AS (CIA) itu mengatakan bahwa tujuan utamanya kembali ke Pyongyang kali ini adalah untuk "memastikan kami benar-benar memahami apa saja yang telah dicapai oleh setiap pihak."

Dia juga berharap lawatannya ke Korea Utara bisa menghasilkan "tanggal dan lokasi" pasti untuk pertemuan kedua Trump dan Kim Jong-un.

Setelah Pyongyang, Pompeo dikabarkan akan mengunjungi Korea Selatan dan China pada awal pekan depan. (rds/mik)