Pompeo justru menilai China merupakan bagian dari solusi penyelesaian nuklir Korea Utara meski kedua negara masih terlibat cekcok perang dagang. Selain itu AS juga menuding China ingin mengintervensi pemilihan Kongres awal November mendatang.
Menurut Pompeo, walau banyak perbedaan, namun China sama-sama menginginkan denuklirisasi di Semenanjung Korea.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Pompeo enggan menjelaskan apakah AS akan sepakat terhadap permintaan Korea Utara yang menginginkan sebuah deklarasi resmi untuk mengakhiri Perang Korea 1950-1953.
Dikutip Reuters, lawatan ke Pyongyang ini merupakan yang keempat kalinya bagi Pompeo. Kunjungan terakhirnya ke negara terisolasi itu pada Juli lalu tidak berjalan lancar.
Lawatan terakhirnya itu malah berbuah celaan dari Korea Utara yang menganggap kedatangan dia ke Pyongyang hanya untuk menyodorkan "tuntutan seperti gangser."
Pompeo dijadwalkan akan mengunjungi Tokyo sebelum bertolak ke Pyongyang pada Minggu (7/10).
Mantan Direktur Badan Pusat Intelijen AS (CIA) itu mengatakan bahwa tujuan utamanya kembali ke Pyongyang kali ini adalah untuk "memastikan kami benar-benar memahami apa saja yang telah dicapai oleh setiap pihak."
Dia juga berharap lawatannya ke Korea Utara bisa menghasilkan "tanggal dan lokasi" pasti untuk pertemuan kedua Trump dan Kim Jong-un.
Setelah Pyongyang, Pompeo dikabarkan akan mengunjungi Korea Selatan dan China pada awal pekan depan. (rds/mik)