Najib Ragukan Utang Malaysia Capai Rp3 Quadriliun

Tim, CNN Indonesia | Senin, 08/10/2018 19:37 WIB
Najib Ragukan Utang Malaysia Capai Rp3 Quadriliun Mantan PM Malaysia Najib Razak (REUTERS/Olivia Harris)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak meragukan pernyataan dari Pakatan Harapan (PH) yang menyatakan bahwa bahwa utang negara mencapai RM1 triliun (Rp3,6 quadriliun) pasca pemerintahannya.

Najib mengatakan bahwa dirinya telah membaca laporan terbaru dari tiga lembaga berbeda yaitu Moody's, Standar & Poor's dan Fitch Ratings, dan tidak ada satupun yang menyebutkan jumlah itu.

"Laporan terbaru dari Bank Negara Malaysia (BNM) yang menyatakan bahwa utang nasional negara kita pada Juni lalu adalah RM725 miliar (Rp2,6 miliar). Angka ini meningkat dari RM686 miliar (Rp2,5 quadriliun) pada akhir 2017. Itu juga bukan RM1 triliun," kata dia.


"Saya juga telah membaca laporan dari Bank Dunia pada minggu lalu dan mereka juga tidak menyebutkan bahwa utang Malaysia mencapai RM1 triliun," tulisnya dalam cuitan di Facebook.

Namun, Najib mengatakan jika Bank Dunia telah merevisi penurunan pertumbuhan ekonomi Malaysia. Hal ini yang menyebabkan konsumen untuk membeli barang-barang impor.

Najib mengatakan impor meningkat dengan cepat, dibandingkan dengan ekspor, karena GST adalah nol-nilai.

"Akibatnya, surplus perdagangan kami menurun. Hal ini, ditambah dengan peningkatan arus keluar modal sejak pemilihan umum, telah mengakibatkan surplus neraca berjalan turun sangat buruk, menjadi US$1 miliar dari apa yang dulu menjadi US$15 miliar pada kuartal terakhir," kata dia.

Pekan ini, MP mengatakan bahwa laporan perdagangan internasional yang dirilis untuk Agustus mendatang menunjukkan ekspor telah berkurang, sementara impor meningkat.

Dirinya mengatakan bahwa ini merupakan penurunan surplus perdagangan terbesar dalam 45 bulan terakhir.

"Laporan itu juga menegaskan bahwa ekspor minyak sawit telah turun sekitar 27 persen dibandingkan dengan proyeksi penurunan saya sebesar 26 persen," kata dia.

Mantan Menteri Keuangan itu juga mengatakan bahwa dirinya telah membuat proyeksi ini dua bulan lalu ketika dirinya menyatakan keprihatinan atas penurunan drastis ini. Penurunan surplus antara Mei dan Juni menjadi RM6 miliar, setengahnya dari surplus RM13 miliar pada April. (cin/eks)