Rabu, KBRI Janjikan Solusi Tertahannya Anak Rizieq di Oman

Tim , CNN Indonesia | Senin, 08/10/2018 18:49 WIB
Rabu, KBRI Janjikan Solusi Tertahannya Anak Rizieq di Oman Kota Salalah di Oman (Secrets of Oman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Muscat, Oman, menjanjikan bahwa pihaknya akan segera mengeluarkan solusi agar Warga Negara Indonesia (WNI) dari Oman bisa masuk ke Yaman dan sebaliknya.

"Tengah kami proses dengan pemerintah Oman, semoga besok atau lusa sudah ada solusinya," jelas Bambang Daranindra, Penanggung Jawab Konsuler KBRI Oman yang berkantor di Muscat, saat dihubungi via sambungan telepon, Senin (8/10).

Menurut Bambang, pelarangan WNI untuk masuk Yaman lantaran negara itu dianggap sebagai zona perang.



"Sehingga kami tidak bisa memberi rekomendasi masuk ke negara itu karena sebagai bentuk perlindungan WNI," terangnya.

Hal senada juga diungkap oleh Direktur Perlindungan WNI dan BHI Lalu Muhammad Iqbal Songell. Menurutnya pihaknya tengah membahas solusi dengan pemerintah Oman terkait ratusan pelajar Indonesia yang terlantar di Salalah, Oman.

"Sejak 2 hari lalu kami komunikasi intensif dengan pemerintah Oman," jelasnya saat dihubungi lewat pesan teks.

Ia juga menjelaskan bahwa pelarangan ini merupakan kebijakan dari pemerintah Oman yang melarang warga asing dari dan menuju Yaman lewat negaranya karena Yaman tengah dilanda perang.

"Intinya yang bisa memberikan toleransi adalah pemerintah Oman, karena ini kebijakan mereka," tambahnya.

Terkait perlunya surat rekomendasi dari pihak KBRI agar WNI bisa masuk Yaman, Lalu menyebut bahwa pihaknya belum memiliki kesepakatan demikian dengan pemerintah Oman.


"Itu penjelasan petugas mereka di lapangan [...] karena mereka tidak ada solusi. Sementara kebijakan pelarangan ini adalah kebijakan pemerintah pusat Oman. Jadi solusinya kami bahas dengan pihak Oman."

Sebelumnya, Ketua Front Mahasiswa Islam FPI Ali Alatas menyebut bahwa rekan-rekan pelajar dari negara seperti Malaysia dan Thailand mendapatkan izin melintasi Yaman via Oman setelah mendapat surat rekomendasi dari kedutaan mereka di Oman.

"Oman itu ada peraturan baru tiap warga negara manapun yg ingin masuk ke Hadhramaut lewat Oman itu wajib punya tasri. Semacam surat pengantar dari kedutaan masing-masing," tuturnya saat dikontak CNNIndonesia.com via pesan teks.

"Nah negara-negara lain pelajar di Hadromot itu banyak, Malaysia Thailand itu dikasih. Cuma untuk pelajar Indonesia ini lama administrasi, yang bermasalah KBRI-nya, gara-gara keterlambatan," tandasnya.

Sehingga, setidaknya ada 160 mahasiswa yang belajar di Yaman terlunta dari mulai dari hitungan hari hingga 3 minggu di Salalah, Oman. (eks/eks)