Tersangka Penyerang Presiden Venezuela Tewas di Tahanan

Tim , CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 11:45 WIB
Tersangka Penyerang Presiden Venezuela Tewas di Tahanan Presiden Venezuela Nicholas Maduro (REUTERS/Carlos Garcia Rawlins)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang tersangka pelaku perencanaan pembunuhan Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditemukan tewas. Pria yang merupakan anggota oposisi ini tewas setelah jatuh dari lantai 10 di rumah tahanan.

Jaksa Agung Tarek William Saab, Senin (8/10), mengatakan kepada televisi pemerintah VTV bahwa Fernando Alban "meminta untuk pergi ke kamar mandi, dan ketika di sana dia menjatuhkan diri dari lantai sepuluh."

Alban ditangkap Jumat lalu dan ditahan di markas intelijen sembari menunggu masa pra-persidangan. Alban diduga sebagai salah satu pelaku percobaan pembunuhan terhadap Presiden Venezuela.


Serangan ini dilakukan 4 Agustus lalu menggunakan drone yang bisa meledak. Namun, drone itu gagal meledak.

Sementara itu, Alban dari Partai Keadilan Pertama yang merupakan anggota oposisi, menyebut kematian Alban ini sebagai pembunuhan.

Alban adalah seorang anggota dewan kota dari Caracas. Ia termasuk di antara setidaknya 15 orang yang ditangkap dan didakwa atas tuduhan berpartisipasi dalam insiden percobaan pembunuhan presiden.

Saat itu, Maduro tengah berpidato di parade militer di Caracas. Ia pun segera bereaksi seperti tampak di layar televisi ketika terjadi ledakan di udara. Ledakan kedua kembali terdengar dan pasukan yang bertugas melindungi presiden terlihat membubarkan formasi dan berpencar dalam kepanikan.

Maduro mengatakan ledakan itu berasal dari drone bermuatan bahan peledak yang dikirim untuk membunuhnya. Namun, tokoh-tokoh oposisi menuduh Maduro sengaja membuat insiden itu untuk meningkatkan tekanan di negaranya yang saat ini tengah dilanda krisis ekonomi.

Mantan kandidat presiden Henrique Capriles, juga anggota Partai Keadilan Pertama, mengatakan bahwa apa yang terjadi "adalah tanggung jawab penuh dari rezim."

"Kami yang tahu Fernando tahu bahwa dia TIDAK PERNAH bertindak untuk mengakhiri hidupnya sendiri," katanya di Twitter.

Pengacara dewan kota, Joel Garcia, mengatakan kepada wartawan bahwa terlalu dini untuk mengkonfirmasi apakah kasus itu bunuh diri atau tidak.

Menteri Dalam Negeri dan Kehakiman, Nestor Reverol menyatakan penyesalannya atas kematian politisi yang "terlibat dalam aksi-aksi destabilisasi yang diarahkan (kepadanya) dari luar negeri."

Venezuela menuduh Kolombia, negara tetangganya, berusaha melindungi para perancang upaya pembunuhan tersebut.

Amerika Serikat pada Agustus lalu mengutuk dugaan penahanan sewenang-wenang dan pengakuan paksa oleh pemerintah Venezuela. Penahanan ini dilakukan terhadap orang-orang yang dituduh melakukan perencanaan pembunuhan dengan pesawat tak berawak itu.

[Gambas:Video CNN] (eks/eks)