Soal Pengeboman Perancis, Diplomat Iran Diadili di Belgia

Tim , CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 11:28 WIB
Soal Pengeboman Perancis, Diplomat Iran Diadili di Belgia Ilustrasi (REUTERS/Morteza Nikoubazl)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang diplomat Iran, Assadollah Assadi telah diekstradisi dari Jerman ke Belgia. Asadi diduga terlibat rencana pemboman terhadap demonstrasi oposisi Iran di Perancis beberapa waktu lalu.

Assadi selama ini tinggal di Wina, Austria. Ekstradisi ini dilakukan agar Assadi bisa menghadiri persidangan di Belgia untuk mempertanggungjawabkan tuduhan yang dilayangkan kepadanya, Rabu (10/10).

Iran pekan lalu telah membantah Perancis yang menuduh kalau salah satu diplomatnya terlibat rencana pengeboman. Diplomat itu dituduh hendak melakukan pengeboman sesaat sebelum Presiden Iran Hassan Rouhani, melakukan kunjungan ke Eropa.


Diduga rencana itu akan menargetkan pertemuan Dewan Perlawanan Nasional Iran (NCRI) di pinggiran kota Paris. Hal itu terungkap beberapa hari setelah acara itu berlangsung pada 30 Juni lalu.
Pertemuan itu juga dihadiri oleh berbagai tokoh terkemuka AS termasuk sekutu dekat Presiden AS, Donald Trump.

Enam orang ditangkap karena dianggap bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi termasuk Assadi oleh aparat kepolisian Eropa.

Iran telah menuduh bahwa rencana ini dilakukan oleh kelompok oposisi, Mujahidin Rakyat Iran (MEK). Teheran menganggap kelompok teroris itu berencana untuk mendiskreditkan Rouhani.

Pada Juli lalu, pihak berwenang Belgia meminta ekstradisi kedua Assadi dan seorang pria, Merhad A yang ditahan di Paris.

Polisi Belgia percaya bahwa Merhad A adalah kaki tangan dari tim suami-istri yang ditangkap di Brussel. Keduanya ditangkap akibat kepemilikan 500 gram bahan peledak TATP dan detonator.

Ketiganya merupakan warga negara Belgia yang berasal dari Iran.

"Kami menyangkal tuduhan itu dan dengan keras mengutuk penangkapan diplomat Iran dan menyerukan pembebasannya segera," kata kementrian luar negeri Iran.

Namun, dinas keamanan Perancis yakin bahwa kementrian intelijen Iran berada dibalik rencana pemboman yang digagalkan itu.

Sebagai pembalasan, Perancis mengumumkan bahwa dirinya telah membekukan aset Assadi selama enam bulan. (cin/eks)