Dituduh Bunuh Wartawan, Perwakilan Arab Saudi Datangi Turki

REUTERS, CNN Indonesia | Sabtu, 13/10/2018 08:11 WIB
Dituduh Bunuh Wartawan, Perwakilan Arab Saudi Datangi Turki Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. (REUTERS/Tomohiro Ohsumi/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perwakilan pemerintah Arab Saudi telah datang di Turki dalam rangka penyelidikan bersama kasus hilangnya wartawan bernama Jamal Khashoggi. Dalam kasus tersebut, pemerintah Arab Saudi mendapat tuduhan menjadi dalangnya.

Kabar kedatangan perwakilan pemerintah Arab Saudi dikatakan oleh tiga pejabat Turki, seperti yang dikutip dari Reuters pada Sabtu (13/10).

Sumber dari Arab Saudi juga mengatakan bahwa Pangeran Khaled al-Faisal telah mengunjungi Turki pada Kamis (11/10) untuk melakukan pembicaraan terkait kasus tersebut.


Setelah itu di hari yang sama pemerintah Turki mengatakan bahwa kedua negara akan membentuk kelompok penyelidikan, atas inisiatif Arab Saudi, demi menyelidiki kasus menghilangnya Khashoggi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di hadapan wartawan mengatakan kalau dirinya belum berbicara dengan Raja Arab Saudi Salman mengenai kasus Khashoggi.

Namun pria yang sempat menjadi pembawa acara reality show itu mengatakan kalau dirinya akan segera melakukannya.

"Ini adalah masalah serius dan kami menyikapinya dengan serius," kata Trump.

Sebelum dikabarkan menghilang, Khashoggi datang ke konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018 untuk mengurus surat pernikahan.

Pejabat Arab Saudi mengatakan kalau tak lama ia meninggalkan gedung, namun pejabat Turki dan tunangan Khashoggi yang menunggu di luar mengatakan kalau Khashoggi tak pernah telihat meninggalkan komplek konsulat.

Sumber Turki mengatakan kepada Reuters bahwa ada kabar dari kepolisian Turki bahwa Khashoggi, yang selama ini rajin mengkritik pemerintahan Arab Saudi, telah dihabisi di dalam gedung konsulat.

Namun pemerintah Arab Saudi membantah kabar tersebut.

Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif, menolak kebohongan dan tuduhan tak berdasar terhadap negaranya. Ia juga mendukung kolaborasi penyelidikan bersama Turki.

Presiden Turki Tayyip Erdogan sebelumnya menegaskan bahwa negaranya tak boleh membungkam fakta terkait kasus hilangnya Khashoggi.

Ia juga meminta pejabat konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk membeberkan bukti atas pernyataan bahwa Khashoggi disebut telah meninggalkan gedung.

Pada Selasa (9/10) Menteri Luar Negeri Turki mengatakan bahwa gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul akan digeledah sebagai bagian dari penyelidikan kasus Khashoggi.

(ard)