Dubes Tegaskan Australia Belum Ambil Langkah soal Yerusalem

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 19:42 WIB
Dubes Tegaskan Australia Belum Ambil Langkah soal Yerusalem Ilustrasi (Lachlan Fearnley/Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, menyatakan pemerintahnya belum mengambil langkah apapun terkait relokasi kedutaan besar untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pernyataan itu diutarakan Quinlan kepada Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi yang memanggilnya pada Selasa (16/10) petang.

"Terkait pernyatan Perdana Menteri Scott Morrison pagi ini secara publik, saya meyakinkan beliau (Retno) bahwa Australia belum mengambil keputusan apa pun terkait Yerusalem," kata Quinlan kepada wartawan usai menemui Retno.


"Tapi pernyataan (PM Morisson) itu mengindikasikan bahwa kami sedang mempertimbangkan langkah itu dan juga pilihan lainnya."

Retno memanggil Quinlan ke kantornya untuk meminta penjelasan "lebih detail" dari Australia mengenai rencana Morrison memindahkan kedubesnya untuk Israel ke Yerusalem.

Di Canberra, Morrison menyatakan pertimbangkan itu muncul lantaran dia menganggap proses perdamaian antara Israel dan Palestina tak kunjung usai, dengan salah satu isu utama yakni perebutan Yerusalem sebagai ibu kota.

Jika itu terjadi, Australia akan mengikuti langkah Amerika Serikat yang lebih dulu mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Terlepas dari pernyataan perdana menterinya, Quinlan menegaskan Australia tetap berkomitmen mendukung solusi dua negara dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Quinlan memaparkan Morrison masih mempertimbangkan dan meninjau rencana relokasi kedubes ini dari sisi diplomatik.

"PM Morrison sangat jelas bahwa posisi Australia masih tetap secara kuat mendukung solusi dua negara, di mana Israel dan Palestina berdiri sebagai dua negara yang hidup berdampingan secara damai dan aman," ujar Quinlan.

"Posisi dan komitmen Australia terkait solusi dua negara sama sekali tidak pernah berubah. PM Morrison percaya bahwa pasti ada solusi dua negara yang sesuai dengan kepentingan Palestina dan bisa berjalan secara sukses."

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Quinlan tiba di Kemlu RI sekitar pukul 17.15 WIB. Pertemuan Quinlan dan Retno berlangsung sekitar 45 menit.

Selain memanggil Quinlan, Presiden Joko Widodo juga telah berkomunikasi dengan Morrison untuk meminta klarifikasi soal rencana kontroversial ini. (eks)