Kasus Khashoggi, Trump Didesak Ungkap Relasi Finansial Saudi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 07:17 WIB
Kasus Khashoggi, Trump Didesak Ungkap Relasi Finansial Saudi Presiden Donald Trump didesak mengungkap hubungan finansial dengan Arab Saudi demi menepis dugaan 'konflik kepentingan' dalam kasus Jamal Khashoggi. (Reuters/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebelas senator Partai Demokrat mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengungkap hubungan finansialnya dengan Arab Saudi demi menepis dugaan "konflik kepentingan" dalam penyelidikan kasus Jamal Khashoggi.

Dugaan ini mulai berkembang setelah Trump dianggap terkesan melindungi Riyadh dalam penyelidikan kasus Khashoggi, jurnalis pengkritik pemerintahan Raja Salman yang menghilang setelah masuk ke konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Melalui sebuah surat terbuka, para senator meminta Trump juga anaknya, Donald Jr dan Eric, memberikan "dokumen yang berkaitan dengan transfer finansial dari Kerajaan Arab Saudi ke Trump Organization selama 10 tahun belakangan."
Setelah dilantik sebagai presiden pada Januari 2017 lalu, pengusaha real estate ini mempercayakan manajemen Trump Organization kepada anak-anaknya, tapi ia tetap mendapatkan hasil sahamnya.


Para senator itu pun mendesak Trump dan anak-anaknya untuk merilis "informasi mengenai diskusi terkait potensi kesepakatan bisnis yang melibatkan Arab Saudi dan Trump Organization, juga informasi mengenai potensi hadiah yang dberikan kepada presiden oleh warga Saudi."

Trump sendiri sudah membantah dugaan ini dalam sebuah kicauan di akun Twitter pribadinya yang berbunyi, "Saya tidak punya kepentingan finansial di Arab Saudi. Segala dugaan terkait hal ini hanya BERITA PALSU!"



Namun, para senator dalam surat terbuka itu mengingatkan kembali momen ketika Trump membanggakan hubungannya dengan kerajaan Saudi ketika berkampanye pada 2015 lalu.

"Arab Saudi. Saya berhubungan baik dengan mereka semua. Mereka membeli apartemen dari saya. Mereka menghabiskan uang US$40 juta, US$ 50 juta," kata Trump saat itu.

Selama ini, jaksa negara bagian Washington DC dan Maryland juga menuding Trump menerima pembayaran ilegal dari sejumlah pejabat asing melalui hotelnya.
Trump sendiri sudah sempat mengancam akan menjatuhkan "hukuman kuat" jika Khashoggi terbukti dibunuh di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul.

Saudi kemudian mengancam akan membalas dendam jika sampai ada sanksi yang dijatuhkan terkait kasus Khashoggi.

Sejak saat itu, Trump meminta publik menerapkan asas praduga tak bersalah atas Saudi dan menanti hasil penyelidikan menyeluruh atas kasus jurnalis Washington Post tersebut. (has/has)