Remaja California Bagikan Kue dari Abu Mendiang Kakeknya

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 13:02 WIB
Remaja California Bagikan Kue dari Abu Mendiang Kakeknya Ilustrasi (CNN Indonesia/Christina Andhika Setyanti)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang remaja di California, Amerika Serikat, diduga membuat kue yang terbuat dari abu mendiang kakeknya. Kue buatannya itu juga diberikan remaja itu kepada teman-temanya di sekolah.

Kepada Media lokal Los Angeles Times, kepolisian Davis melaporkan remaja tersebut telah memberikan kue itu kepada sembilan orang teman sekolahnya.

Dikutip AFP, sang remaja menawarkan kue buatannya itu kepada teman-temannya di sekolah Akademi Da Vinci Charter.


Beberapa di antara siswa yang menerima kue kering itu memakannya tanpa tahu bahan khusus pembuat kue itu. Mereka lantas ketakutan setelah tahu bahwa ada abu sang kakek dalam kue itu.

Namun sebaliknya, bebera yang mengetahuinya tetap memakan kue itu, jelas Letnan Paul Doroshov, pihak kepolisian Davis kepada surat kabar sembari menambahkan bahwa sumber yang menyebutkan itu kredibel.

Kepada stasiun televisi KCRA, salah satu siswa yang menerima kue, Andy Knox, mengatakan dia ditawari kue itu ketika hendak menuju ruang kelasnya. Andy menceritakan bahwa siswi tersebut mengatakan kue itu dibuat dengan "bahan khusus."

"Saya pikir dia menaruh narkoba, ganja, atau sesuatu yang lain di dalam kue itu. Jadi saya bertanya 'apakah ini kue ganja atau sesuatu lainnya?'," kata Andi kepada televisi lokal KCRA, Rabu (17/10).

"Dan dia menjawab 'tidak'. Dia mengatakan bahwa itu adalah abu kakeknya. Kemudian dia agak tertawa. Dan saya benar-benar merasa ngeri ketika mendengarnya."

Polisi dilaporkan masih menyelidiki insiden itu. Hingga kini aparat belum melakukan penangkapan atau mengambil tindakan lain terhadap gadis tersebut.

Sementara itu, melalui pernyataan, The Davis Joint Unified School District memastikan bahwa para siswa yang mengkonsumsi kue dalam keadaan aman dan "tidak ada risiko kesehatan."

"Kasus baru-baru ini sangat menantang dan kami telah meresponsnya dengan tepat melalui cara yang sesuai dan bermartabat," bunyi pernyataan tersebut.

"Mereka yang terlibat sangat menyesal dan sekarang ini menjadi masalah keluarga pribadi. Kami menghormati privasi keluarga pelaku." (rds/eks)