Kepada Media lokal Los Angeles Times, kepolisian Davis melaporkan remaja tersebut telah memberikan kue itu kepada sembilan orang teman sekolahnya.
Dikutip AFP, sang remaja menawarkan kue buatannya itu kepada teman-temannya di sekolah Akademi Da Vinci Charter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sebaliknya, bebera yang mengetahuinya tetap memakan kue itu, jelas Letnan Paul Doroshov, pihak kepolisian Davis kepada surat kabar sembari menambahkan bahwa sumber yang menyebutkan itu kredibel.
Kepada stasiun televisi KCRA, salah satu siswa yang menerima kue, Andy Knox, mengatakan dia ditawari kue itu ketika hendak menuju ruang kelasnya. Andy menceritakan bahwa siswi tersebut mengatakan kue itu dibuat dengan "bahan khusus."
"Saya pikir dia menaruh narkoba, ganja, atau sesuatu yang lain di dalam kue itu. Jadi saya bertanya 'apakah ini kue ganja atau sesuatu lainnya?'," kata Andi kepada televisi lokal KCRA, Rabu (17/10).
"Dan dia menjawab 'tidak'. Dia mengatakan bahwa itu adalah abu kakeknya. Kemudian dia agak tertawa. Dan saya benar-benar merasa ngeri ketika mendengarnya."
Polisi dilaporkan masih menyelidiki insiden itu. Hingga kini aparat belum melakukan penangkapan atau mengambil tindakan lain terhadap gadis tersebut.
"Kasus baru-baru ini sangat menantang dan kami telah meresponsnya dengan tepat melalui cara yang sesuai dan bermartabat," bunyi pernyataan tersebut.
"Mereka yang terlibat sangat menyesal dan sekarang ini menjadi masalah keluarga pribadi. Kami menghormati privasi keluarga pelaku." (rds/eks)