Kemlu Bungkam Soal Pesan Marah Menlu RI ke Australia

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 16:35 WIB
Kemlu Bungkam Soal Pesan Marah Menlu RI ke Australia juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir (CNN Indonesia/Ranny Virginia Utami)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bungkam terkait pemberitaan yang menyebut bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi memberikan pesan instan bernada marah kepada Menlu Australia Marise Payne. Hal ini diberitakan oleh salah satu stasiun televisi Australia, 7News Sydney.

Pesan itu disebut dikirim Retno kepada Payne terkait rencana Australia merelokasi kedutaan besanya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Saya tidak bisa mengonfirmasi kebenaran pesan Whatsapp itu karena komunikasi itu kan benar-benar antara kedua menteri dan saya tidak bisa melihatnya," kata juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, dalam jumpa pers di kantornya pada Kamis (18/10).


"Saya tidak bisa mengonfirmasi percakapan yang ada dalam berita tersebut karena yang ditunjukan (stasiun televisi) itu bukan gambar kutipan komunikasi sebenarnya antara kedua menteri (tapi ilustrasi)."

Pernyataan itu diutarakan Arrmanatha menanggapi informasi bocornya pesan singkat Retno kepada Payne yang ramai diberitakan media Australia.

Stasiun televisi 7News Sydney melaporkan bahwa pesan Whatsapp Retno yang dikirim pada Senin (15/10) malam tersebut telah beredar di kalangan anggota kabinet Perdana Menteri Scott Morrison.



"Apakah (rencana) ini penting dilakukan (diumumkan) pada hari Selasa? Ini akan menjadi berita yang sangat-sangat besar," demikian bunyi pesan instan yang disebut dikirim Retno dalam bahasa Inggris kepada Payne.

"Ini akan menampar wajah Indonesia dalam isu Palestina. Ini bisa mempengaruhi hubungan bilateral (RI-Australia)."

Sebelumnya, Morrison mengumumkan pemindahan kedutaan itu pada Selasa (16/10) pagi, ketika Indonesia tengah menjamu kedatangan Menlu Palestina Riad Al Malki. (rds/eks)