Bertemu Menlu Saudi, Indonesia Akan Bahas Perlindungan WNI

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 19:40 WIB
Bertemu Menlu Saudi, Indonesia Akan Bahas Perlindungan WNI Menlu RI Retno Marsudi (Kemenlu RI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Isu perlindungan warga negara Indonesia di Arab Saudi disebut menjadi salah satu fokus pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dengan Menlu Abdel bin Ahmed Al-Jubeir pada 23 Oktober mendatang.

"Yang akan jadi perhatian adalah upaya perlindungan dan hak WNI di Saudi. Beberapa masalah terkait WNI yang terancam hukuman mati juga tidak tertutup kemungkinan akan jadi perhatian pertemuan Menlu RI dan Menlu Saudi," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (18/10).

Arrmanatha mengatakan sedikitnya 600 ribu WNI tinggal di Saudi. Sebagian besar merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).


Hingga kini, ada 16 WNI yang masih terancam qisas atau hukuman mati di Saudi. Sebagian besar dari mereka terancam qisas karena tuduhan pembunuhan atau melakukan atau mempraktikan sihir.

Selain isu WNI, Arrmanatha mengatakan Retno dan Abdel juga akan mendiskusikan penguatan kerja sama ekonomi, terutama dalam bidang perdagangan dan investasi.

Selain itu, dia juga memaparkan Indonesia berupaya meminta akses pasar yang lebih besar lagi kepada Saudi untuk produk-produk buah tropis seperti manggis, mangga, dan pisang dalam pertemuan tersebut.

Arrmanatha mengatakan pertemuan Retno dan Abdel nanti akan jadi pertemuan pertama kali dalam kerangka Sidang Komisi Bersama (SKB) antar menlu. Sebelumnya, SKB hanya digelar dalam tataran direktur jenderal kedua negara.

"SKB ini digelar untuk meninjau dan mengevaluasi berbagai program kerja sama RI-Saudi selama ini, terutama menindaklanjuti implementasi 11 nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani ketika Raja Salman berkunjung ke Jakarta beberapa waktu lalu," ucap Arrmanatha.

Belasan MoU itu terdiri dari kerja sama agama Islam, pendidikan tinggi, pengembangan UKM, kerja sama perikanan, kebudayaan, pendanaan serta pembiayaan ekspor, kerja sama perhubungan udara, dan pemberantasan kejahatan lintas-batas.

Dalam kesempatan yang berbeda, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel bertemu dengan Menteri Garda Nasional Saudi, Pangeran Khalid bin Abdulaziz bin Ayyaf akhir pekan lalu.

Dalam kesempatan itu Agus mengatakan Saudi sangat tertarik untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam bidang pemberantasan terorisme dan faham ekstremisme untuk menjaga stabilitas regional dan global.

Agus juga mengatakan Saudi turut mendukung keanggotaan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2019-2020.

"Saya sampaikan Indonesia juga siap mendukung langkah Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman untuk membumikan dan menyebarkan Islam sebagai agama yang moderat dan cinta damai. Visi Putra Mahkota sejalan dengan pandangan Islam Ke-Indonesia-an yang hanya mengenal satu bahasa yaitu bahasa perdamaian," kata Agus melalui pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com. (rds/eks)