Pengawal Pangeran Saudi Ada di Turki Saat Khashoggi Hilang

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 19/10/2018 17:11 WIB
Pengawal Pangeran Saudi Ada di Turki Saat Khashoggi Hilang Gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul Turki (Yasin AKGUL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pejabat yang kerap menemani Putera Mahkota Arab Saudi tertangkap kamera memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, beberapa jam sebelum Jamal Khashoggi memasuki gedung itu.

Pria itu adalah Maher Abdulaziz Mutreb. Ia menjadi salah satu dari lima tersangka yang diumumkan kepolisian Turki bertanggung jawab atas kematian Khashoggi. Ia menjadi bukti yang menghubungkan hilangnya Khashoggi dan dugaan kematiannya dengan Pangeran Mohammed bin Salman.

Otoritas Saudi telah menyangkal adanya keterlibatan mereka. Tapi mereka juga tidak memberikan informasi mengenai keberadaan wartawan itu. Mereka beralasan bahwa saat ini tengah melakukan investigasi terkait hal tersebut.


Koran Turki, Sabah, menunjukkan foto Mutreb saat memasuki konsulat pukul 9:55. Berada di luar rumah Konsul Jendral Saudi pukul 16:45. Ada juga foto ketika ia keluar dari hotel dengan koper besar pukul 17:15 dan ketika meninggalkan Instanbul di bandara pukul 17:58. Semua foto ini diambil di hari yang sama.

Hal serupa dilaporkan oleh Al-Jazeera yang menyabut bahwa Mutreb tampak tengah memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul.

Sementara Khashoggi (60) terlihat memasuki konsulat pukul 13:15 dan tak pernah terlihat keluar.

Pemerintah Saudi telah membocorkan detil pemeriksaan mereka kepada media lokal. Menurut mereka terdapat 15 anggota tim dari Arab Saudi termasuk Mitreb yang melakukan pembantaian Khashoggi di dalam konsulat. Mereka juga memotong jemari, memenggal, dan memutilasi tubuhnya.

Berdasarkan penelusuran New York Times, Mutreb tampak mendampingi Mohamed bin Salman dalam berbagai kunjungan di AS, Perancis, dan Spanyol.

Media Turki juga telah menyiarkan rekaman CCTV yang menunjukkan bahwa tim Saudi sempat datang dan meninggalkan bandara Istanbul. CCTV juga menangkap gambar adanya kendaraan yang masuk dan meninggalkan konsulat di hari yang sama. Mobil itu lantas memasuki rumah Konsulat Jenderal Saudi.

Rabu sore, The Washington Post membuat laporan berdasarkan sumber dari intelijen AS bahwaPutera Mahkota Saudi telah memerintahkan operasi yang menargetkan Khashoggi.

Surat kabar itu melaporkan pejabat AS yang tidak disebutkan namanya telah mendengar adanya pembahasan orang-orang Saudi telah yang berencana untuk memancing wartawan itu dari Virginia, AS, dan menahannya.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, telah menjanjikan penyelidikan transparan terhadap nasib Khashoggi. Namun, banyak pejabat setempat yang sebelumnya memberikan bocoran soal penyelidikan saat ini menolak untuk berbicara. Alasannya, masalah ini politis dan sensitif.

Turki dalam beberapa hari terakhir berusaha menawarkan solusi bagi Riyadh untuk meredam krisis terkait wartawan. Turki juga menyarankan bahwa kasus ini dilakukan oleh orang dalam dan bukan oleh pejabat resmi Saudi yang bertanggung jawab atas hilangnya Khashoggi

Namun, tawaran tersebut tidak dilirik oleh Riyadh. Beberapa pejabat Turki senior menyimpulkan Riyadh tidak takut akan konsekuensi ini, seperti diberitakan The Guardian (eks/eks)