Kisruh Khashoggi, AS Disebut Terima Rp1,5 T dari Saudi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 12:26 WIB
Kisruh Khashoggi, AS Disebut Terima Rp1,5 T dari Saudi Ilustrasi (REUTERS/Osman Orsal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat disebut menerima dana US$100 juta (Rp1,5 triliun) dari Arab Saudi. Uang ini diterima di hari yang sama ketika Menteri Luar Negeri Mike Pompeo tiba di Riyadh untuk mendiskusikan kasus Jamal Khashoggi, Selasa (16/10). Kashoggi adalah wartawan yang hilang usai memasuki konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Laporan penyerahan uang itu diungkap oleh salah satu pejabat Kementerian Luar Negeri AS yang tak ingin disebutkan identitasnya.
Ia menegaskan bahwa dana itu tidak terkait kasus Khashoggi, melainkan imbalan bagi AS atas upayanya membebaskan dan menjaga sejumlah wilayah di Suriah dari pengaruh ISIS.

Kementerian Luar Negeri AS pun membantah bahwa aliran dana Saudi itu berkaitan dengan kasus wartawan pengkiritk pemerintahan Raja Salman yang hilang itu.


"Kami memang telah mengharapkan kontribusi dana itu diselesaikan dalam waktu dekat musim gugur ini," kata perwakilan Kemlu AS untuk urusan operasi koalisi anti-ISIS di Timur Tengah seperti dikutip The Washington Post, Kamis (18/10).

"Penerimaan dana spesifik ini telah direncanakan dalam waktu lama dan tidak ada hubungan dengan peristiwa lainnya atau tujuan lawatan Menlu Pompeo ke Riyadh."

Sementara itu, ahli Timur Tengah tetap menganggap bahwa waktu penerimaan "dana bantuan" dari Saudi ini menunjukkan pesan jelas dari Saudi kepada pemerintahan Trump.

"Dalam semua kemungkinan, Saudi mungkin menginginkan Trump bahwa kerja sama untuk menutupi kasus Khashoggi ini penting bagi Raja Salman," ucap Joshua Landis, profesor Universitas Oklahoma.

Sebagian besar perjanjian kerja sama finansial dengan AS mungkin akan bergantung pada kerja sama kedua negara (dalam kasus ini)."

Khashoggi tak pernah terlihat lagi sejak memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu untuk mengurus dokumen pernikahan.

Otoritas Turki meyakini bahwa Saudi telah membunuh koresonden The Washington Post itu di dalam gedung konsulat. Riyadh berkeras membantah seluruh tudingan dan menyebut bahwa Khashoggi telah keluar dari gedung konsulat dengan selamat.

Tak seperti negara barat lain yang mengecam keras, AS dinilai melindungi Saudi dalam kasus ini. Tudingan tersebut mulai berkembang setelah Trump, yang biasanya sangat cepat tersulut emosi, meminta publik untuk menerapkan asas praduga tak bersalah dalam menanggapi kasus Khashoggi.

Pernyataan itu diutarakan Trump tak lama setelah dirinya berkomunikasi dengan Raja Salman via telepon mendiskusikan masalah tersebut.

Sebelum komunikasi itu berlangsung, Trump mengancam akan menerapkan "hukuman berat" jika Saudi terbukti membunuh Khashoggi. (rds/eks)