Menlu AS Disebut Dengar Rekaman Khashoggi

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 19/10/2018 19:01 WIB
Menlu AS Disebut Dengar Rekaman Khashoggi Menlu AS Mike Pompeo (REUTERS/Aaron P. Bernstein)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo disebut mendengar rekaman suara yang diduga rekaman pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan pengkritik Raja Salman, di dalam gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Berbicara kepada ABC News, seorang pejabat senior Turki mengatakan rekaman itu didengar Pompeo saat dirinya berada di Istanbul pada Rabu (17/10). Pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim itu bahkan otoritas Turki memberi transkrip rekaman tersebut kepada Pompeo.

Namun, ketika dikonfirmasi, Pompeo mengaku tak mendengar atau mendapat rekaman terkait kasus Khashoggi. Pada Kamis (18/10), Pompeo mengaku tak mendengar atau mendapat rekaman terkait kasus Khashoggi.


"Saya tidak memiliki apapun untuk dikatakan terkait itu (rekaman)," ucap Pompeo dalam perjalanannya menuju AS dari Istanbul.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert, juga membantah bahwa bosnya itu mengetahui dan mendengar rekaman terkait kasus Khashoggi.

"Menlu Pompeo tidak pernah mendengar atau melihat transkrip rekaman yang berkaitan dengan menghilangnya Jamal Khashoggi," kata Nauert, Jumat (19/10), seperti dilaporkan ABC News.

Selama ini AS terus memantau perkembangan penyelidikan Khashoggi. Presiden Trump juga mendesak Turki untuk memberikan rekaman yang didapat kepolisian dan diduga berlangsung pada saat pembunuhan terjadi.

Setibanya di Washington, Pompeo langsung menemui Trump di Gedung Putin untuk melaporkan hasil kunjungannya ke Saudi dan Turki terkait Khashoggi.

Khashoggi tidak pernah terlihat lagi setelah memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu untuk mengurus dokumen pernikahan.

Otoritas Turki meyakini bahwa Saudi telah membunuh koresonden The Washington Post itu di dalam gedung konsulat. Kepolisian menyebut Khashoggi dibunuh oleh tim khusus yang sengaja dikirim Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman ke Istanbul untuk membunuhnya.

Dikutip Business Insider, sejumlah media lokal melaporkan bahwa jasad Khashoggi telah dilarutkan dalam cairan asam setelah dibunuh. Mengutip sumber anonim, SkyNews mengatakan salah satu teori yang tengah dipelajari otoritas Turki adalah bahwa jasad Khashoggi hancur dalam cairan "asam kimia yang sangat cepat bereaksi." 

Sementara itu, mengutip New York Times, seorang pejabat senior Turki mengatakan Khashoggi tewas dalam beberapa menit. Dia lalu dipenggal, badan dan jarinya dipotong-potong oleh para pembunuh. 

Pejabat senior itu mendasari spekulasinya setelah mendengar rekaman suara "pembunuhan Khashoggi" yang telah didapat otoritas Turki.

Riyadh berkeras membantah seluruh tudingan dan menyebut bahwa Khashoggi telah keluar dari gedung konsulat dengan selamat. (rds/eks)