Tunangan Khashoggi Disebut Punya Hubungan dengan ISIS

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 19/10/2018 20:47 WIB
Tunangan Khashoggi Disebut Punya Hubungan dengan ISIS Ilustrasi (ADEM ALTAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejak wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi hilang di Istanbul, nama Hatice Cengiz ikut disorot di tengah pencarian Khashoggi selama 13 hari terakhir.

Dalam tulisan di Twitternya Cengiz mengklaim bahwa dirinya merupakan tunangan Khashoggi. Dari penelusuran media di Saudi, mereka mengklaim adanya hubungan Cengiz dengan organisasi yang terkait dengan kelompok ekstrimis seperti ISIS. Tapi sebenarnya siapakah dia?

Hatice lulus dari sekolah tinggi Syariah di Universitas Istanbul pada 2013 lalu dan mendapatkan gelar Master of Arts (MA) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Departemen Sejarah di Universitas Salahaddin setelah menyelesaikan studi lapangan tentang sekte di Oman pada 2017.


Kemudian, dia bergabung dengan program studi di Universitas Ibnu Khaldun yang berafilisasi dengan Partai Keadilan dan Pembangunan.

Hatice memperkenalkan dirinya sebagai peneliti lepas dari negara-negara di Timur Tengah dan melakukan studi akademis tentang Oman. Tapi pertanyaan yang paling penting adalah untuk siapa ia bekerja kepada dan pusat penelitian mana artikel dan penelitiannya ditujukan?

Menurut sumber media Arab Saudi, Al-Arabiya, Hatice memberikan informasi di akun Twitternya bahwa dirinya bekerja di organisasi amal Turki, Yayasan Bantuan Kemanusiaan IHH dipimpin oleh Bulent Yildirim yang dikenal dengan kelompok radikal dan ekstremis. Organisasi ini dianggap dekat dengan pihak berwenang Turki.

Pada 2010, hal ini menjadi berita utama ketika pemimpinnya, Yildirim mengatur armada Mavi Marmara untuk melanggar blokade Gaza, bentrokan ini mengakibatkan kematian serta beberapa orang terluka.

Pada Juli 2018, dia mewawancarai Direktur Eksekutif media Dar Al-Arab, Jaber Al-Harmi untuk majalah Foreign Policy. Majalah ini diterbitkan dalam bahasa Turki dan Inggris yang berafilasi dengan Institute of Foreign Policy serta Kementrian Luar Negeri Turki.

Dalam wawancara itu, dirinya membahas mengenai konvergensi antara Qatar dan Iran serta sikap dari negara-negara yang memboikot Qatar.

Hatice juga mengkritik Arab Saudi sebagai cabang perpanjangan ke rezim Khomeini yang sering melakukan pembantaian besar-besaran. IHH menjelaskan adopsi pendekatan Iran dalam cuitan di twitternya yang sejalan dengan kebijakan organisasi karena hubungannya yang kuat dengan rezim Iran. IHH juga mendukung kebijakan Khomeini.

Sejarah organisasi IHH

Yayasan Bantuan Kemanusiaan IHH didirikan pada 1992 dan secara resmi terdaftar pada 1995. Mereka dituduh terkait dengan berbagai kelompok ekstremis, seperti Al-Qaeda, Hamas, dan ISIS.

Mereka juga berperan dalam merekrut anggota kelompok dan mengirim mereka ke daerah konflik seperti Bosnia dan Suriah untuk mendapatkan pengalaman perang serta memberikan dukungan logistik untuk teror di Timur Tengah.

Pada 2003, Hakim Perancis, Jeang-Louis Bruguiere bersaksi sebagai saksi ahli di pengadilan Amerika dan menegaskan peran penting yayasan itu. Dirinya menggambarkan bahwa yayasan itu memiliki rencana serangan yang menargetkan Bandara Internasional Los Angeles atas rencana Al-Qaeda.

"IHH merupakan sebuah LSM, itu semacam tempat persembunyian untuk mendapatkan dokumen palsu dan untuk mendapatkan berbagai bentu infiltrasi untuk Mujahidin dalam pertempuran. Akhirnya, salah satu tanggung jawab terakhir yang mereka miliki juga terlibat dalam perdagangan senjata," kata Bruguiere kepada pengadilan.

Menurut situs web resmi IHH, ada hubungan kerja sama antara Yildirim dan Ketua Komite Hak Asasi Manusia Qatar, Alin bin Sumaikh Al Marri.

Hubungan ini menghasilkan beberapa perjanjian antara lembaga-lembaga di negara Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir.

Pada 2014 lalu, kepolisian Turki menyerbu kantor IHH di Kilis dekat perbatasan Suriah serta menyita berbagai komputer.

Hal itu terjadi dua minggu setelah IHH dituduh menyelundupkan senjata dan amunisi ke Suriah. Penjaga perbatasan Turki juga menyita truk yayasan yang membawa senjata setelah mereka diberitahu oleh Rusia.

Namun, seluruh dakwaan yang dijatuhkan merupakan upaya kudeta melawan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Sejak hilangnya Khashoggi, beberapa akun online yang mendukung Saudi mempertanyakan apakah Chengiz menjadi bagian dari plot hilangnya Khashoggi untuk mendiskreditkan kerajaan Saudi.

Untuk menepis keraguan yang muncul, Chengiz menunjukkan swafoto mereka berdua pertengahan tahun ini yang saling tersenyum dan tampak dekat. "Aku benar-benar ada, dan dia tunanganku," katanya, seperti dikutip Sydney Morning Herald. (cin/eks)