Trump Akan Tarik AS dari Perjanjian Nuklir dengan Rusia

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 06:25 WIB
Trump Akan Tarik AS dari Perjanjian Nuklir dengan Rusia Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, di Helsinki, Finlandia, 16 Juli. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden AS Donald Trump mengaku berencana untuk menarik diri dari perjanjian senjata nuklir dengan Rusia dengan alasan Moskow telah melanggar kesepakatan.

Traktat Senjata Nuklir Jarak Menengah atau yang dikenal sebagai INF itu sendiri sudah bertahan tiga dekade sejak Presiden AS Ronald Reagan menandatanganinya pada 1987.

"Kami adalah orang-orang yang setia dengan perjanjian dan kami telah menghormatinya, tetapi sayangnya Rusia tidak menghormati perjanjian, jadi kami akan mengakhiri perjanjian dan kami akan menarik diri," kata Trump, dikutip dari AFP, di Elko, Nevada.

"Rusia telah melanggar perjanjian. Mereka telah melanggar itu selama bertahun-tahun. Saya tidak tahu mengapa Presiden [Barack] Obama tidak bernegosiasi atau mundur [dari perjanjian]. Dan kami tidak akan membiarkan mereka [Rusia] melanggar perjanjian nuklir dan keluar dan mempersenjatai [sementara] kami tidak diizinkan melakukannya," urai dia.

Namun, Trump tak merinci soal pelanggaran perjanjian yang dilakukan oleh Rusia.

Pada saat yang sama, Penasehat Keamanan Nasional John Bolton berada di Moskow untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, menjelang pertemuan puncak antara Trump dan pemimpin Rusia Vladimir Putin tahun ini.

Diketahui, hubungan AS-Rusia berada di bawah tekanan berat atas tuduhan intervensi Moskow dalam Pilpres AS 2016, dukungan Rusia kepada pemerintah Suriah dalam perang sipil negara itu, serta konflik di Ukraina.

Namun, Washington tetap mencari dukungan dari Moskow dalam mencari resolusi untuk perang Suriah dan memberi tekanan pada Iran dan Korea Utara.

Soal pertemuan antara Trump dan Putin, pihak terkait belum mengeluarkan pernyataan resminya, namun itu diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.

Kedua pemimpin itu diperkirakan akan berada di Paris pada 11 November untuk menghadiri peringatan yang menandai berakhirnya Perang Dunia I.

Seorang pejabat senior administrasi Trump, yang enggan diungkap identitasnya, mengatakan jadwal potensial pertemuan Trump dan Putin lainnya adalah ketika keduanya menghadiri pertemuan Kelompok 20 (G-20) pada 30 November hingga 1 Desember.




(arh/arh)