Kanada Tuntut Arab Saudi Selidiki Kematian Khashoggi

Tim , CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 12:05 WIB
Kanada Tuntut Arab Saudi Selidiki Kematian Khashoggi Menlu Kanada Chrystia Freeland. (Foto: REUTERS/Max Rossi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kanada menuntut Arab Saudi melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap kasus dugaan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Arab Saudi, Turki.

Mereka juga mengutuk laporan Arab Saudi yang dinilai tidak konsisten dan tidak kredibel.

Arab Saudi sebelumnya mengakui bahwa Khashoggi telah meninggal di dalam kantor konsulat di Istanbul, Turki.


Pemerintah kerajaan ini juga telah memecat dua penasehat utama Putera Mahkota Mohammed bin Salman, bersama dengan tiga pejabat dinas intelijen dan menahan 18 orang tersangka atas pembunuhan Khashoggi.

"Kanada mengutuk pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, yang dikonfirmasi Kerajaan Arab Saudi terjadi di konsulatnya di Istanbul," ujar Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland melalui pernyataan resminya seperti dikutip AFP, Minggu (21/10).


"Penjelasan yang ditawarkan sampai saat ini kurang konsistensi dan kredibilitas."

Sebelumnya Pemerintah Arab Saudi menyangkal tuduhan para pejabat Turki bahwa Khashoggi dibunuh oleh agen intelijen Arab Saudi, yang memutilasi jenazahnya dengan mengatakan dia telah keluar dari gedung konsulat.

"Kami menegaskan kembali seruan kami untuk penyelidikan menyeluruh dalam kerja sama penuh dengan pemerintah Turki, dan pembukuan lengkap dan ketat tentang keadaan seputar kematian Khashoggi," tutur freeland.


"Mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan harus dimintai pertanggungjawaban dan harus menghadapi keadilan. Rasa sakit yang mereka (keluarga dan orang terkasih) alami sebagai akibat dari tragedi ini adalah memilukan."

Akibat insiden ini, hubungan kenegaraan antara Kanada dan Arab Saudi menjadi tegang dalam beberapa bulan terakhir.

Hal tersebut terjadi usai Kanada mengkritik penangkapan aktivis hak asasi manusia di Saudi.

Kerajaan itu pun membalasnya dengan mengusir duta besar Kanada, memanggil kembali utusannya sendiri ke Ottawa, dan membekukan perdagangan serta investasi antar kedua negara.

(gst/agr)