Indonesia Minta Pusat Belajar Buat Anak TKI di Malaysia

Tim , CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 05:45 WIB
Indonesia Minta Pusat Belajar Buat Anak TKI di Malaysia Menlu Retno Marsudi (CNNIndonesia/Natalia Santi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pendidikan anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi fokus perbincangan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah tadi.

"Indonesia meminta pusat belajar masyarakat (Community Learning Center/CLC) dapat dibentuk atau ada di semenanjung. Sebab, jumlah anak Indonesia di sana cukup banyak," kata Retno di Kompleks Istana Bogor, Selasa (9/10).

Menurutnya, CLC masih dibutuhkan karena belum menyeluruh. Saat ini baru 59 CLC di kawasan Sabah dan Sarawak dengan kisaran 84 ribu siswa. Permintaan ini disambut baik Wakil PM Wan Azizah.


Retno mengatakan permintaan ini juga telah disampaikan Presiden Jokowi ketika bertemu Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad beberapa waktu lalu. Pemerintah Malaysia disebut menghormati hak dasar memperoleh pendidikan.

"Jadi saya kira respons awal cukup positif tinggal ditindaklanjuti seperti apa," tuturnya.

Terpisah, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid menyatakan CLC masih dibutuhkan terutama bagian semenanjung sebab kondisi TKI di sana membuat anak mereka belum mendapatkan hak pendidikan. 

"(Sekitar) 40 ribuan anak-anak Indonesia terutama di sektor konstruksi karena hampir semua sektor itu ilegal. Mereka (TKI) banyak datang bersama anak dan istrinya, beranak pinak, dan tidak berkesempatan sekolah," kata Nusron.

Nusron mengatakan anak TKI di semenanjung kesulitan bersekolah di KBRI karena harus menempuh sekitar 100-150 kilometer dari tempat tinggal. Sehingga diperlukan CLC di sekitaran semenanjung. (chri/eks)