Saudi Kerahkan Pasukan Maya untuk Serang Khashoggi di Medsos

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 20:59 WIB
Saudi Kerahkan Pasukan Maya untuk Serang Khashoggi di Medsos Ilustrasi. (Dok. Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Arab Saudi mengerahkan pasukan di jagad maya untuk menyerang Jamal Khashoggi, jurnalis sekaligus kritikus kerajaan, di berbagai jejaring sosial, khususnya Twitter.

The New York Times melaporkan bahwa upaya ini digencarkan oleh Saudi untuk memengaruhi opini publik terhadap Khashoggi, jurnalis yang selama ini kerap mengkritik kerajaan.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan membentu akun-akun bot yang berbasis di Riyadh. Ada pula mata-mata di dalam perusahaan Twitter yang diperalat kerajaan untuk memantau akun-akun pengguna.
Hingga kini, Twitter menolak untuk berkomentar. Seorang perwakilan dari kedutaan Saudi di Washington juga tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.


Nama Khashoggi menjadi perhatian luas setelah dilaporkan menghilang usai memasuki gedung konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Aparat Turki menyatakan bahwa Khashoggi tewas saat sedang diinterogasi di gedung konsulat. Namun, Saudi terus membantah dan mengatakan bahwa Khashoggi keluar konsulat dalam keadaan hidup.
Akhir pekan lalu, Saudi akhirnya mengakui bahwa jurnalis The Washington Post itu tewas akibat sebuah perkelahian di dalam gedung konsulat.

Laporan ini dilansir beberapa hari setelah Sabtu lalu para pejabat Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas karena satu perkelahian di dalam gedung.

Sebelumnya, karena kasus Khashoggi semakin membesar, banyak akun-akun media sosial dan komentator konservatif pasang badan untuk Arab Saudi.
Akun-akun ini menyebarkan informasi tak akurat tentang kematian Khashoggi dan menyebut kerajaan Arab Saudi tidak bersalah.

Twitter lantas menangguhkan sejumlah akun robot yang dijalankan secara otomatis dengan perangkat lunak tertentu tersebut.

"Terdapat sejumlah jejaring bot dan tujuan utamanya adalah memanipulasi tren untuk menyembunyikan informasi negatif tentang keterlibatan Saudi di balik menghilangnya Khashoggi," jelas Marc Owen Jones, salah satu peneliti yang melacak bot Saudi yang mencuit tentang kasus Khashoggi kepada Newsweek.

[Gambas:Video CNN]

Peneliti lainnya, Josh Russel, menyebut "Sebagian besar bot ini adalah bot spam, tapi banyak juga bot yang berafiliasi dengan politik di dalamnya. Kebanyakan bot ini melakukan cuitan ulang."

Pengamat menyebut bahwa sebagian besar bot berbahasa Arab ini bertujuan untuk meredam kritik atas Saudi.

Meski Twitter telah mengadang sejumlah akun yang menyebarkan informasi menyimpang, laporan NBC menyebutkan bahwa tak semua akun tersebut telah dibersihkan. (cin/has)