RI-Saudi: Solusi Dua Negara Jalan Keluar Israel-Palestina

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 23/10/2018 21:21 WIB
RI-Saudi: Solusi Dua Negara Jalan Keluar Israel-Palestina Konflik Israel dan Palestina menjadi salah satu pokok bahasan dalam pertemuan antara Menlu RI, Retno Marsudi, dan Menlu Arab Saudi, Adel al-Jubeir, di Jakarta, Selasa (23/10). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia dan Arab Saudi sepakat menganggap bahwa satu-satunya cara menyelesaikan konflik Palestina dan Israel adalah melalui solusi dua negara.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia dan Saudi akan terus bekerja sama memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"RI-Saudi sepakat terus bekerja sama memperjuangkan tercapainya kemerdekaan Palestina berdasarkan solusi dua negara," ucap Retno dalam pernyataan pers bersama Menlu Saudi Adel al-Jubeir di kantornya, Selasa (23/10).


"Tantangan perdamaian di Timur Tengah semakin besar. Kami percaya perdamaian tidak akan tercipta tanpa kemerdekaan Palestina."
Solusi dua negara atau two state solution adalah cara penyelesaian konflik Israel Palestina yang disepakati komunitas internasional melalui resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) No.194. Resolusi itu diadopsi pada 11 Desember 1948.

Solusi dua negara menjadikan Israel dan Palestina bisa berdiri sebagai dua negara berdaulat yang hidup berdampingan secara damai.

Selain persoalan wilayah, resolusi 194 juga menetapkan hak pengungsi Palestina untuk kembali ke kampung halamannya yang diduduki Israel, termasuk menjadikan Yerusalem timur sebagai ibu kota masa depan Palestina.
Konflik Israel-Palestina kembali memanas terutama setelah Amerika Serikat memutuskan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Kota suci bagi tiga agama itu telah lama menjadi sumber konflik Palestina-Israel. Kedua negara sama-sama mengklaim kota tersebut sebagai ibu kota masa depan mereka.

Belakangan langkah AS diikuti sejumlah negara, termasuk Australia. Canberra tengah mempertimbangkan memindahkan kedutaannya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Perubahan status quo Yerusalem secara unilateral ini dianggap mengancam proses perdamaian Israel-Palestina. (rds/has)