Angka Imigran Gelap Meningkat, Kebijakan Trump Dinilai Gagal

Tim , CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 11:05 WIB
Angka Imigran Gelap Meningkat, Kebijakan Trump Dinilai Gagal Petugas mencatat imigran gelap yang berusaha memasuki perbatasan AS-Meksiko secara ilegal (REUTERS/Loren Elliott)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keluarga yang melintasi perbatasan AS-Meksiko secara ilegal meningkat dan menuju ke arah "krisis". Hal ini dikarenakan kebijakan yang ditekan oleh pemerintahan presiden Amerika Serikat, Donald Trump gagal menghalangi aliran imigran dari Amerika Tengah.

Pada 2018, total penangkapan imigran ilegal di perbatasan AS menjadi 520 ribu keluarga, angka ini meningkat 25 persen dari tahun sebelumnya.

Badan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai AS (CBP) mengatakan bahwa mereka telah menangkap 16.658 keluarga yang tiba di negara itu pada bulan lalu. Selain itu, sekitar 900 keluarga pada Agustus, dan hampir 12 ribu pada September tahun lalu.


Angka ini merupakan angka imigran gelap tertinggi yang tercatat. Peningkatan imigran ilegal berasal dari Honduras, Guatemala, dan El Salvador yang melarikan diri dari kekerasan dan kemiskinan, banyak juga yang mencari suaka di AS.

Gelombang imigran itu dilaporkan ketika Trump menyebut sebuah karavan membawa 7.000 orang imigran Honduras dan berencana untuk melintasi Meksiko ke perbatasan AS.

Tindakan ini dianggap sebagai darurat nasional dan AS mengancam untuk menutup perbatasan sepenuhnya untuk menghentikan imigran ilegal.

Para staf presiden menyalahkan kegagalan Kongres untuk mengubah Undang-Undang yang dianggap tidak mungkin memulangkan imigran dari Amerika tengah. Mereka menyayangkan mengapa bukan memaksa pemerintah untuk menangkap dan membebaskan mereka di AS.

CBP mengatakan bahwa kenaikan imigran ilegal pada bulan lalu dapat membantu membuat lonjakan imigran secara normal sebelum Trump menjadi presiden pada 2017.

Pada tahun ini, sebanyak 521.090 imigran ditangkap dan diblokir di perbatasan Meksiko.

Angka itu naik dari 105 ribu orang pada tahun sebelumnya yang merupakan tahun pertama Trump menjadi presiden. Saat itu, kebijakannya menolak imigran dengan keras telah berhasil.

Pada 2016, sebelum Trump menjabat sebagai presiden AS, penangkapan imigran mencapai 553 ribu.

Data CBP menunjukkan adanya kecenderungan yang terus-menerus orang yang menyeberang dalam bentuk keluarga, meskipun ada ancaman Trump untuk memisahkan orang tua dari anak-anak mereka sebagai pencegah.

Dari total tahun lalu, sekitar 40 persen keluarga dan anak di bawah umur dijemput oleh petugas perbatasan karena mencoba menyelinap ke negara itu.

Seorang pejabat administrasi senior menyebut "krisis perbatasan itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kita."

Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan bahwa Undang-Undang untuk melindungi hak dan keamanan imigran yang melintasi perbatasan berfungsi sebagai penarikan imigran gelap.

Hal ini memungkinkan mereka untuk tinggal di AS selama bertahun-tahun, sementara sistem hukum AS memproses kasus mereka.

Menurutnya, jika ada perubahan hukum sederhana termasuk mampu memulangkan imigran Amerika Tengah seperti imigran Meksiko akan menghalangi mereka untuk mencoba melewati perbatasan.

"Biaya untuk masyarakat sangat besar. Kami menangkap imigran ini. Jika kami bisa mengembalikannya, tidak akan ada krisis," kata dia. (cin/eks)