Kisruh Khashoggi, AS Akui Tak Mau Kehilangan Investasi Saudi

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 01:30 WIB
Kisruh Khashoggi, AS Akui Tak Mau Kehilangan Investasi Saudi Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden AS Donald Trump menyatakan belum puas dengan jawaban dari Arab Saudi terkait pembunuhan Jamal Khashoggi di kantor konsulat di Turki. Namun, Trump mengaku tak ingin kehilangan investasi dari Riyadh.

Trump mengatakan dia telah berbicara dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto pengekspor minyak utama dunia. Saat ini, Arab Saudi dan Turki juga memiliki tim masing-masing guna menangani kasus tersebut.

"Saya tidak puas dengan apa yang saya dengar, tapi saya tidak ingin kehilangan semua investasi yang telah dilakukan di negara kita. Tapi kita akan dapatkan kejelasannya," ujar Trump, dikutip dari Reuters, Selasa (23/10).


Trump telah menyatakan keengganannya untuk menghukum Saudi secara ekonomi, dengan mengutip pembelian peralatan militer dan investasi yang bernilai miliaran dolar di perusahaan AS oleh Arab Saudi.


Khashoggi adalah kolumnis Washington Post yang kini telah tinggal di Amerika Serikat. Ia sering mengkritik Pangeran Mohammed. Khashoggi menghilang setelah ia memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu untuk mendapatkan dokumen pernikahannya.

Arab Saudi awalnya membantah dan menyebut tak mengetahui nasib jurnalis tersebut sebelum menyebut Khashoggi telah tewas dalam perkelahian di konsulat. Penjelasan ini menarik skeptisisme dari beberapa pemerintah Barat dan menimbulkan ketegangan hubungan antar negara.

Menyusul kemarahan global, komentar Trump justru bervariasi, mulai dari mengecilkan peran Riyadh untuk memperingatkan kemungkinan sanksi ekonomi. Dia berulang kali menyoroti pentingnya kerajaan sebagai sekutu AS dan menyebut peran Pangeran Muhammad sebagai seorang pemimpin yang kuat.

Para pejabat Turki mencurigai Khashoggi terbunuh dan dipotong-potong di dalam konsulat oleh agen Saudi. Sumber-sumber Turki mengatakan pihak berwenang memiliki rekaman audio yang konon mendokumentasikan pembunuhan pria berusia 59 tahun itu.


Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan dia akan merilis informasi tentang penyelidikan dalam sebuah pidato pada hari Selasa.

Sementara itu, menantu laki-laki Trump sekaligus penasihat Gedung Putih Jared Kushner mengatakan dalam sebuah wawancara di CNN bahwa dia telah mendesak putra mahkota untuk transparan terkait Khashoggi.

Seorang pejabat senior mengatakan Kushner telah membina hubungan pribadi dengan Pangeran Muhammad, tetaoi mendesak Trump untuk bertindak dengan hati-hati agar tidak mengganggu hubungan strategis dan ekonomi yang kritis. (agi/agi)