Putera Mahkota Saudi Sebut Kasus Pembunuhan Khashoggi 'Keji'

CNN Indonesia | Rabu, 24/10/2018 23:37 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyebut kasus pembunuhan Jamal Khashoggi 'keji' dan bahwa 'keadilan akan menang'. Putera Mahkota Arab Saudi Moammed Bin Salman dalam konferensi ekonomi internasional. (AFP/Yoan Valat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyebut kasus Jamal Khashoggi 'keji' dan bahwa 'keadilan akan menang'. Kolumnis Washington Post yang gemar mengkritik Putra Mahkota ini dibunuh saat mengurus dokumen pernikahannya di konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Muncul di panel diskusi konferensi investasi internasional di Riyadh, Mohammed mengatakan bahwa semua penjahat akan dihukum dan bahwa Arab Saudi dan Turki akan bekerja sama guna mengungkap pembunuhan tersebut.

"Insiden yang terjadi sangat menyakitkan, bagi semua orang Saudi. Insiden itu tidak dapat dibenarkan. Keadilan pada akhirnya akan muncul," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (24/10).


Beberapa jam sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa putra mahkota memiliki tanggung jawab utama untuk operasi yang menyebabkan pembunuhan Khashoggi.


Trump mengatakan dia ingin mempercayai Mohammed yang menyebut para pejabat tingkat rendah harus disalahkan atas pembunuhan di misi Saudi. Namun, Trump meminta pertanggung jawaban dari pihak yang memiliki kewenangan lebih tinggi.

"Jadi, Pangeran menjalankan banyak hal hingga pada tahap ini. Dia menjalankan berbagai hal. Jika ada yang akan bertanggung jawab, itu adalah dia," terang Trump.

Komentarnya menumpuk tekanan pada sekutu dekatnya di tengah kecaman global atas kematian Khashoggi. Pernyataan Trump dikeluarkan beberapa jam sebelum Mohammed tampil dalam konferensi ekonomi Saudi.

Sejumlah tokoh bisnis dan politik ternama memilih tak datang dalam konferensi tersebut sebagai respons atas kematian Khashoggi.

Presiden Turki Tayyip Erdogan berbicara dengan Mohammed pada Rabu (24/10). Sumber menyebut keduanya membahas langkah-langkah yang diperlukan untuk mengungkap semua aspek pembunuhan Khashoggi.


Seorang penasihat Erdogan menyebut ada darah Khashoggi di tangan Mohammed, bahasa paling kasar dari seseorang yang terkait dengan Erdogan.

Otoritas Saudi tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar tentang pernyataan Trump dan penasihat Erdogan.

Riyadh telah menyalahkan "operasi jahat" atas kematian jurnalis Saudi dan mengatakan putra mahkota tidak tersangkut pembunuhan tersebut.

Kematian Khashoggi telah memicu kemarahan global dan mengancam hubungan antara Riyadh dan Washington serta negara-negara Barat lainnya. (Reuters/agi)