Kisruh Khashoggi, MbS Bergurau soal 'Culik' PM Libanon

Tim , CNN Indonesia | Kamis, 25/10/2018 12:32 WIB
Kisruh Khashoggi, MbS Bergurau soal 'Culik' PM Libanon Perdana Menteri Libanon Saad Hariri (Reuters/Jamal Saidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), bergurau terkait "penculikan" Perdana Menteri Libanon Saad Hariri yang tengah mengunjungi negaranya pada Rabu (24/10).

Saat berbicara di depan forum investasi di Riyadh, MbS berharap lawatan Hariri kali ini tidak memicu munculnya rumor tentang "penculikan" Hariri lagi.

"Hariri akan tinggal di kerajaan untuk dua hari ke depan, saya berharap tidak ada lagi rumor mengenai penculikannya," kata Mohammed bercanda sambil menyambut kedatangan Hariri di depan forum tersebut yang mengundang tawa dari para peserta yang hadir, seperti dikutip AFP.


Pernyataan Mohammed itu juga mengundang tawa Hariri, sembari menjabat tangan Mohammed yang duduk di sebelahnya.

Tahun lalu, Saudi sempat dituding menculik Hariri dan memaksanya mundur sebagai pemimpin Libanon. Sebab, Hariri mengumumkan pengunduran dirinya ketika dia berada di Riyadh. Namun, Hariri membatalkan pengunduran dirinya setelah kembali ke negaranya dan dibantu Perancis.

Candaan MbS itu muncul ketika dia dan negaranya tengah menjadi sorotan dunia atas keterlibatan Saudi terhadap pembunuhan Jamal Khashoggi. Sejumlah pengusaha besar dan beberapa perwakilan negara asing bahkan memutuskan membatalkan hadir dalam forum investasi tersebut sebagai respons keras terhadap sikap kerajaan dalam penanganan kasus tersebut.

Khahsoggi merupakan wartawan pengkritik Saudi yang selama ini dianggap sebagai pembangkang. Dia tewas di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

Saudi telah lama menjadi sekutu pemerintahan Hariri. Sementara itu, Iran, musuh besar Saudi, mendukung kelompok militan syiah, Hizbullah, yang berbasis di Libanon.

Hariri kembali menjadi perdana menteri untuk periode ketiga setelah memenangkan pemilihan umum pertama sejak sembilan tahun terakhirm pada Mei lalu. (rds/eks)