Paket Mencurigakan ke Kantor CNN Berhasil Dicegat

AFP, CNN Indonesia | Senin, 29/10/2018 23:50 WIB
Paket Mencurigakan ke Kantor CNN Berhasil Dicegat CNN melaporkan sebuah paket mencurigakan lainnya kembali datang ke kantor pusat media itu, namun berhasil dicegat. (REUTERS/Shannon Stapleton)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jaringan televisi CNN mengatakan pada Senin (29/10) bahwa sebuah paket mencurigakan yang dialamatkan kepada kantor pusat media tersebut berhasil dicegat di sebuah kantor pos di Atlanta.

Bila paket tersebut mengandung bahan peledak atau bom, maka paket itu akan menjadi yang ke-15 yang terjadi di Amerika Serikat dan ketiga untuk CNN.

Paket sejenis sebelumnya telah ditujukan untuk petinggi partai Demokrat dan kritikus Presiden Donald Trump. Beragam paket itu diduga dilakukan oleh penggemar Trump di Florida.


"Pagi ini, paket mencurigakan lainnya dialamatkan kepada CNN telah dicegat di sebuah kantor pos di Atlanta," kata pernyataan presiden jaringan CNN Worldwide, Jeff Zucker.


"Tidak ada bahaya berarti di CNN Center," katanya kepada pesan untuk karyawan yang juga diunggah di Twitter.

Sejak Rabu lalu, kata Zucker, seluruh paket dan surat yang ditujukan untuk seluruh kantor jaringan CNN di Amerika Serikat telah diperiksa di luar lokasi media tersebut.

"Sehingga paket ini tidak akan secara langsung mencapai CNN Center," katanya.

Cesar Sayoc, 56, yang ditangkap pada Jumat (26/10) lalu menghadapi sidang dakwaan pada Senin (29/10) di Florida.

Pelaku pengirim belasan paket bom itu akan menghadapi persidangan di Distrik Selatan di Florida dan terancam dipenjara hingga 48 tahun.

Meski telah menangkap Sayoc, pihak Kepolisian menyebut bahwa ada peluang paket lainnya masih beredar.


Sayoc ditangkap kepolisian di Plantation, Florida, pada Jumat pagi pekan lalu di sebuah minibus. Bagian dalam mobil itu dipenuhi foto atau poster Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence.

Saat diinterogasi, mantan pengirim pizza dan disjoki itu mengaku tak berniat melukai siapa-siapa dengan paket bom kirimannya.

Meski begitu, aparat keamanan federal mengatakan paket-paket tersebut berisikan bom yang membahayakan penerima.

Sejauh ini, Sayoc telah mengirim 14 paket bom kepada sejumlah politikus Demokrat, termasuk mantan Presiden Barack Obama dan mantan Presiden Bill Clinton, serta ke markas kantor berita CNN dan rumah jutawan George Soros di New York. (end)