Trump: Penembakan di Sinagoge Aksi Anti-Yahudi

CNN, CNN Indonesia | Minggu, 28/10/2018 03:16 WIB
Trump: Penembakan di Sinagoge Aksi Anti-Yahudi Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut penembakan di sebuah sinagog di Pittsburgh sebagai tindakan anti-Yahudi yang tak bisa ditoleransi. (REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan aksi penembakan di sebuah sinagoge di Pittsburgh sebagai tindakan anti-Semit atau anti-Yahudi.

"Ini merupakan aksi antisemit. Kita mungkin tidak terpikir hal ini akan terjadi di zaman ini. Tapi tampaknya kita tidak belajar dari masa lalu," kata Trump saat berpidato di Indianapolis seperti dikutip dari CNN.

"Anti-Semitisme dan meluasnya persekusi terhadap Yahudi merupakan ciri paling buruk dan gelap dalam sejarah umat manusia. Racun kebencian dalam anti-Semitisme harus dikutuk dan dilawan dimana pun dan kapan pun hal itu muncul. Tak ada toleransi terhadap anti-Semitisme di Amerika atau bentuk apapun dari kebencian dan prasangka terhadap agama dan ras," kata Trump melanjutkan.


Trump juga menyerukan untuk mengakhiri perpecahan di Amerika sambil menyatakan bahwa mengakhiri perpecahan itu bukan berarti dirinya dan orang lain tak bisa berjuang dan mengatakan apa yang ada di pikirannya.

"Hari ini dalam satu suara kita mengutuk kejahatan bersejarah anti-Semitisme dan setiap bentuk kejahatan yang ada. Dan, sayangnya, kejahatan ada dalam banyak bentuknya," ujar Trump.

"Kita harus bangkit menghadapi kebencian, menyudahi perpecahan dan kembali pada takdir kita sebagai orang Amerika. Dan ini bukan berarti kita tidak bisa berjuang dan menjadi kuat dan mengatakan apa yang ada di pikiran. Tapi kita harus selalu mengingat elemen-elemen itu, kita harus mengingat elemen cinta dan martabat, dan rasa hormat dan hal lainnya."

Penembakan di sinagoge di Pittsburgh menewaskan sedikitnya 10 orang. Polisi mengidentifikasi pelaku penembakan bernama Robert Bowers, pria berusia 46 tahun yang disebut berpandangan anti-Yahudi.

Penembakan ini terjadi pada Sabtu pagi ketika sinagoge membuka layanan bagi jemaatnya.

Dalam laman resminya, sinagoge tersebut menyatakan melayani jemaat dari kalangan Yahudi konservatif. 

(wis)