Sekutu Hingga Kritikus, Deretan Calon Pengganti Merkel

CNN Indonesia | Selasa, 30/10/2018 15:54 WIB
Sekutu Hingga Kritikus, Deretan Calon Pengganti Merkel Kanselir Jerman Angela Merkel. (REUTERS/Leonhard Foeger)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kanselir Jerman Angela Merkel (54) memutuskan akan pensiun dari seluruh jabatan politik, selepas masa keempatnya memimpin Jerman selesai pada 2021 mendatang. Dia beralasan ingin membuat perubahan, di samping dugaan kekecewaan atas performa partainya yang menurun.

Masyarakat Jerman lantas mulai membicarakan kira-kira siapa yang pantas menggantikan Merkel. Sejumlah sosok politikus dianggap berpotensi mengisi jabatan yang akan ditinggalkan Merkel tiga tahun lagi.

Mereka mulai dari sekutu setia hingga kritikus dan oposisi Merkel. Berikut ini uraiannya sebagaimana dilansir AFP, Selasa (30/10):



Annegret Kramp-Karrenbauer, si 'Mini Merkel'

Perempuan berusia 56 tahun ini dijuluki 'Merkel versi mini'. Dia merupakan mantan pemimpin negara bagian Saarland yang juga pengikut setia Merkel.

Anggota Persatuan Demokratik Kristen (CDU), itu banyak membantu membentuk karakter partai dan politik Jerman selama dua dekade terakhir.

Merkel menunjuk Karrenbauer menjadi Sekretaris Jenderal CDU pada Februari lalu. Jabatan ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam partai sehingga memperbesar peluangnya memperebutkan kursi kanselir.

Karrenbauer memiliki pandangan Katolik yang lebih moderat, tetapi bertentangan dengan sayap konservatif CDU, terutama soal isu sosial seperti aborsi dan pernikahan sesama jenis.


Jens Spahn

Jens Spahn (38) merupakan politikus sayap kanan yang dikenal sebagai pengkritik Merkel.

Meski demikian, Merkel tetap menunjuk Spahn sebagai Menteri Kesehatan pada kabinetnya untuk membendung gejolak sayap kanan CDU. Meski begitu, Spahn tetap tak berhenti mengkritik Merkel yang dianggap menjadikan partai lebih 'sosial-demokratik.'

Spahn dikenal dekat dengan tokoh-tokoh konservatif seperti Kanselir Austria Sebastian Kurz dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Berlin Richard Grenell. Grenell merupaka seorang pendukung utama Presiden Donald Trump.

Spahn dan Gernell sama-sama mengakui diri mereka sebagai gay. Foto mereka berdua bersama masing-masing pasangan di sebuah acara jamuan makan malam di Berlin beberapa waktu lalu menjadi berita serta topik utama Jerman.


Armin Laschet

Armin Laschet terpilih sebagai menteri negara bagian North Rhine-Westphalia, sebuah wilayah terpadat di Jerman pada 2017 lalu.

Laschet (57) disebut berpotensi menjadi penerus Merkel karena dianggap bisa berperan sebagai penengah menyembuhkan perpecahan dalam tubuh CDU selama ini.

Laschet merupakan seorang veteran politik yang pernah menjadi anggota legislatif di Parlemen Jerman (Bundestag) dan Parlemen Eropa. Dia juga pernah ditunjuk sebagai Menteri Keluarga ketika periode pertama Merkel sebagai kanselir.

Dia disebut pendukung Christian Lindner, salah satu kritikus Merkel yang memimpin Partai Kebebasan Demokrat. Linder baru-baru ini memuji Laschet yang dianggapnya 'memiliki kriteria yang diperlukan untuk menjadi kanselir.'


Friedrich Merz, 'The Avenger'

Friedrich Merz (62) juga dianggap salah satu politikus yang dianggap layak menggantikan Merkel. Dia merupakan seteru sekaligus kritikus setia Merkel. Dia tidak pernah memaafkan Merkel yang pernah mengusirnya sebagai ketua kelompok anggota parlemen CDU di Bundestag, pada 2002 lalu.

Sama seperti Spahn, ahli kebijakan keuangan dan sosial itu menganggap Merkel terlalu jauh membawa CDU ke sayap kiri.

Merz adalah politikus konservatif. Dia keluar dari Bundestag setelah kalah dari Merkel dalam pemilihan. Sejak itu, dia kembali bekerja sebagai pengacara dan memimpin Dewan Pengawas Blackrocks Asset Management. (rds/ayp)