China Bolehkan Perdagangan Cula Badak, Aktivis Murka

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 15:22 WIB
China Bolehkan Perdagangan Cula Badak, Aktivis Murka Ilustrasi cula badak. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China memutuskan melegalkan penggunaan cula badak dan tulang harimau sebagai bahan obat-obatan. Peraturan ini membuat seluruh gerakan aktivis satwa liar geram dan murka.

"Ini merupakan pukulan yang mengerikan bagi pekerjaan kami yang sedang berlangsung untuk menyelamatkan spesies dari kepunahan, dan kami mohon pemerintah China untuk mempertimbangkannya kembali," kata Iris Ho, spesialis senior program kebijakan margasatwa di Humane Society International, dikutip CNN, Rabu (31/10).

Organisasi pecinta lingkungan World Wildlife Fund (WWF) juga meminta pemerintah China membatalkan aturan tersebut.


"Sangat memprihatinkan bahwa China telah membalikkan larangan untuk tulang harimau dan cula badak yang berusia 25 tahun untuk diperdagangkan, dan hal itu memiliki konsekuensi untuk menghancurkannya," kata Margaret Kinnaird, seorang pelatih satwa liar di WWF.


Kinnaird mengatakan undang-undang baru itu bisa mengarah pada produk ilegal yang menjadi sah karena dilindungi aturan hukum. Dikhawatirkan tingkat perburuan satwa liar menanjak karena peningkatan permintaan dari konsumen.

"Dengan populasi harimau liar dan badak yang semakin punah, mereka menghadapi banyak ancaman. Perdagangan yang dilegalkan untuk spesies seperti mereka terlalu besar untuk diambil oleh China," kata dia.

Dalam pernyataannya, pemerintah China menyebut cula badak dan tulang harimau sekarang dapat digunakan untuk bahan obat-obatan, selama mereka berasal dari hewan ternak.

"Bentuk bubuk cula badak dan tulang dari harimau mati hanya dapat digunakan di rumah sakit yang memenuhi syarat dokter dan diakui oleh Administrasi Negara Pengobatan Tradisional China," demikian bunyi pernyataan pemerintah China.

Pemerintah China mengatakan setiap perdagangan ilegal produk badak dan harimau akan disita dan diawasi oleh pemerintah. Keputusan ini hanya berselang setahun setelah China secara resmi melarang adanya perdagangan gading gajah, yang diharapkan dapat menyelamatkan spesies gajah yang semakin terancam.


China sebelumnya pernah mencabut larangan perdagangan tulang harimau dan cula badak secara internasional pada 1993. Hal ini dikarenakan kedua bagian tubuh dari binatang itu menjadi diklaim mujarab dalam pengobatan tradisional China.

Pada 2010, World Federation of Chinese Medicine Societies mengeluarkan pernyataan tidak ada bukti tulang harimau dan cula badak bermanfaat untuk pengobatan medis.

Meskipun pernyataan itu dikeluarkan, masih ada perdagangan ilegal yang tersebar di beberapa wilayah China, di mana ribuan harimau dirawat untuk pengobatan tradisional yang tidak efektif.

Diketahui, China merupakan pasar terbesar berbagai produk dari perburuan hewan yang keberadaannya mulai terancam, seperti cula badak, tulang harimau, kulit harimau, dan lain sebagainya. (cin/ayp)