Pemilu Sela AS Terkendala Mesin Voting

CNN Indonesia | Rabu, 07/11/2018 04:20 WIB
Pemilu Sela AS Terkendala Mesin Voting Ilustrasi mesin voting pemilu AS. (REUTERS/Andrew Kelly)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proses pemilihan umum sela di Amerika Serikat yang diselenggarakan Selasa (6/11) menghadapi kendala. Seorang pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan pihaknya menerima laporan tentang adanya kegagalan mesin voting.

Menurut laporan Koalisi Perlindungan Pemilu AS, kegagalan mesin tersebut terjadi di sekitar 12 negara bagian di AS. Juru bicara negara bagian Candice Broce mengatakan pihaknya telah mengirimkan penyelidik untuk mencari penyebab kegagalan mesin tersebut.

Pekerja pos Shirley Thorn mengatakan kendala teknis yang terjadi pada mesin voting tersebut telah membuatnya harus menunggu empat jam lebih di tempat pemungutan suara di Snellville Georgia. "Meskipun demikian, saya bertekad akan memberikan suara saya, karena pemilihan ini penting," katanya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (7/11).


Agar permasalahan tersebut tidak mengganggu jalannya pemilu sela, beberapa pemilih yang tidak bisa menggunakan mesin voting diberikan surat suara sementara. Tapi Komite Pengacara untuk Hak Sipil AS Kristen Clarke mengatakan surat suara sementara kurang dapat diandalkan dalam pemilihan sela.

Pasalnya, surat suara sementara tersebut kurang bisa memberikan informasi yang jelas mengenai pemilih. Permasalahan tersebut dikhawatirkan bisa berdampak pada saat penghitungan suara.

Sementara itu panitia pemilihan sela mengatakan untuk mengatasi permasalahan tersebut pihaknya usul agar pelaksanaan proses pemungutan suara di tempat yang mengalami kendala mesin waktunya bisa diperpanjang. 

Pemilihan umum sela digelar di AS diselenggarakan di AS setiap dua tahun sekali pada November tahun genap. Secara umum, dalam pemilu tersebut, warga AS akan memilih anggota House of Representatives dan Senat. 

Jajak pendapat di AS menunjukkan pada pemilu sela tahun ini kubu Partai Demokrat berpeluang untuk mengambil kendali senat AS dari Partai Republik pengusung Presiden Donald Trump. Demokrat diramalkan akan menguasai 23 kursi senat yang bisa membawa mereka menjadi mayoritas. 



Dan kalau jajak pendapat tersebut terbukti, Trump bisa mendapatkan masalah besar dalam menjalankan kebijakannya. Kemenangan DPR akan membuat langkahnya dalam memperbarui Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara dan membangun tembok di perbatasan akan semakin sulit.

Trump juga kemungkinan akan mendapatkan perlawanan dari senat atas kebijakan perang dagang yang dijalankannya ke sejumlah negara, termasuk China. (Reuters/agt)