Kemlu: Rizieq Diperiksa di Saudi Terkait Bendera Mirip ISIS

CNN Indonesia | Rabu, 07/11/2018 12:10 WIB
Kemlu: Rizieq Diperiksa di Saudi Terkait Bendera Mirip ISIS Kemlu RI mengonfirmasi bahwa Pemimpin FPI Rizieq Shihab diperiksa otoritas Arab Saudi karena bendera yang diduga mirip ISIS terpasang di rumahnya di Mekkah. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi bahwa Pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, diperiksa otoritas Arab Saudi karena bendera yang diduga mirip ISIS terpasang di rumahnya di Mekkah.

"Dari hasil penelusuran diperoleh konfirmasi bahwa MRS (Rizieq) sedang dimintai keterangan oleh aparat keamanan Arab Saudi di Makkah, atas dasar laporan warga negara Saudi yang melihat bendera yang diduga mirip dengan bendera ISIS terpasang di depan rumah MRS di Makkah," bunyi keterangan Kemlu RI yang diterima CNNIndonesia.com pada Rabu (7/11).

Kemlu mengatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menginstruksikan Pejabat Fungsi Konsuler KJRI Jeddah untuk melakukan penelusuran terkait kasus ini.
KJRI Jeddah juga disebut telah memberikan pendampingan kekonsuleran bagi Rizieq sebagaimana yang selalu diberikan perwakilan RI di luar negeri terhadap seluruh WNI.


Kemlu menyatakan berdasarkan informasi terakhir yang diterima, Rizieq telah diizinkan otoritas Saudi untuk pulang ke rumahnya pada Selasa sekitar pukul 20.00 waktu setempat.

Isu ini menjadi perhatian setelah beredar kabar bahwa Rizieq diperiksa otoritas Saudi lantaran diduga memasang bendera tauhid di tembok depan rumahnya.
Kabar tersebut berada di grup-grup WhatsApp sejak Selasa (6/11). Selain itu, foto-foto Rizieq juga beredar.

Dalam foto, Rizieq tampak tengah berdiri bersama sejumlah orang. Salah satu dari mereka mengenakan pakaian aparat, tampak dari pangkat di lengannya.

Sekretaris Umum DPP FPI, Munarman, menyatakan bahwa ada pihak yang sengaja memasang bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid mirip miliknya Hizbut Tahrir di kediaman Rizieq. 
"Bendera dipasang oleh tukang fitnah. Ada operasi false flag terhadap Habib Rizieq Shihab di Mekkah saat ini," ucap Munarman saat dihubungi.

"Mereka berharap dengan adanya peristiwa tersebut Habib Rizieq Shihab mendapatkan kesulitan dari pihak keamanan Saudi," ujarnya.

Munarman enggan merinci kronologi Rizieq diperiksa aparat setempat. Dia hanya menyayangkan ada pihak yang masih terus berupaya memfitnah sejak Rizieq masih di Indonesia hingga sudah berada di Mekkah.

"Tujuannya hanya satu, yaitu Habib Rizieq Shihab mendapatkan kesulitan dan mereka para tukang fitnah berharap celaka kepada Habib Rizieq Shihab," tutur Munarman. (rds/has)