Perubahan Iklim Bikin Karhutla di California Sulit Diatasi

CNN Indonesia | Senin, 12/11/2018 09:56 WIB
Perubahan Iklim Bikin Karhutla di California Sulit Diatasi Rumah yang hangus akibat kebakaran Hutanhdi California, Amerika Serikat. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran hutan dahsyat dan mematikan yang terjadi di Negara Bagian California, Amerika Serikat hingga saat ini belum berhasil dipadamkan. Kepala Pemadam Kebakaran Los Angeles, Daryl Osby mengatakan penyebab utama bencana itu adalah karena perubahan iklim.

"Faktanya adalah jika Anda melihat negara bagian California, perubahan iklim sedang terjadi di seluruh negara bagian. Dan kondisi ini akan terus terjadi di masa mendatang," kata Osby, seperti dilansir The Guardian, Senin (12/11).

Osby menambahkan, perubahan iklim yang terjadi kali ini sangat merusak dibandingkan dengan kebakaran yang terjadi beberapa tahun lalu. Kondisi itu juga menyebabkan terjadinya krisis sumber daya untuk membantu memadamkan api.
"Itu memang berdampak pada strategi kami. biasanya kami mengandalkan mitra kami ke wilayah utara untuk datang. Tetapi, mereka harus memadamkan api besar di sana," ujarnya.


Oleh karena itu, seluruh petugas pemadam kebakaran di selatan California hanya memiliki kapasitas untuk menyelamatkan kehidupan orang-orang. Sehingga ketika api melanda wilayah mereka, mereka tidak dapat bekerja untuk memadamkan dengan segera hingga menyebabkan kebakaran sudah berlangsung selama tiga hari.

Osby mengatakan seluruh petugas pemadam kebakaran hanya membutuhkan dukungan yang besar untuk memadamkan api. Saat ini mereka sudah mendapat bantuan dari negara bagian tetangga seperti Arizona, Utah, Nevada, dan Washington.

"Yang menghambat kemampuan kami untuk memerangi kebakaran adalah kami tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk bertahan. Biasanya kami melakukan evakuasi dan pemadaman secara bersamaan. Namun, saat ini kami harus melakukannya secara berurutan. Kehidupan adalah yang pertama," kata dia.
Kepala Badan Perlindungan Kebakaran CAL FIRE, Scott Jalbert mengatakan ketika angin mulai berhenti, petugas pemadam kebakaran mulai memanfaatkan beberapa cara untuk memadamkan api. Namun, ketika angin kembali bertiup kencang yang diperkirakan terjadi hingga pekan depan, api akan semakin sulit dipadamkan.

"Mereka (api) mengambil seluruh sumber daya kita sebanyak yang mereka bisa. Namun, dengan angin yang memiliki kekuatan 64 kilometer per jam, itu akan menyebabkan banyak masalah," kata dia.

Ia juga menambahkan kekuatan angin ini menyebabkan pemadaman melalui udara tidak efektif. Sebab air yang dijatuhkan ke titik api bisa meleset.

"Anda bisa membayangkan menjatuhkan air dalam kondisi angin seperti ini. Pasti akan tersebar di mana-mana," kata dia menambahkan.
Hingga kini, korban tewas dalam kebakaran hutan di California mencapai 29 orang dan diperkirakan akan terus meningkat. Kebakaran telah melanda ratusan ribu hektare tanah dan menghanguskan ribuan bangunan. Sekitar 300 ribu penduduk terpaksa mengungsi, dan ratusan orang dikabarkan hilang. (cin/ayp)