Sidang Perdana, El Chapo Klaim Suap Presiden Meksiko

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 16:06 WIB
Sidang Perdana, El Chapo Klaim Suap Presiden Meksiko Gembong narkoba Joaquin El Chapo Guzman. (REUTERS/Edgard Garrido)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gembong narkoba Meksiko, Joaquin 'El Chapo' Guzman hari ini menjalani sidang perdana di New York, Amerika Serikat setelah diekstradisi. Melalui kuasa hukumnya dia menuding mantan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto dan pemimpin sebelumnya, Felipe Calderon menerima suap dari kartel pesaingnya.

Klaim itu disampaikan kuasa hukum Guzman, Jeffrey Lichtman dalam sidang perdana kliennya di New York, seperti dilansir AFP, Rabu (14/11). Dia berdalih kliennya cuma menjadi kambing hitam atas persaingan kartel narkoba setempat.

"Mengapa pemerintah Meksiko butuh kambing hitam? Karena mereka terima suap dari para pemimpin kartel. Termasuk presiden dan mantan presiden Meksiko," kata Jeffrey saat mencoba meyakinkan dewan juri.
Jeffrey beralasan yang berperan penting dalam kartel narkoba Sinaloa bukan kliennya, melainkan tangan kanan Guzman, Ismael 'El Mayo' Zambada. Namun, Calderon dan Nieto menyangkal tuduhan itu.


Pendapat Jeffrey juga ditepis oleh jaksa penuntut umum Adam Fels. Menurut Adam, mereka akan membuktikan sederet kejahatan Guzman dalam bisnis narkoba. Selain itu, kata dia, El Chapo juga bertanggung jawab atas pembunuhan sadis yang dilakukan dia dan kelompoknya.

"Uang, narkoba, dan pembunuhan adalah ciri organisasi kejahatan narkoba di manapun di dunia. Itulah alasan sidang ini digelar," kata Adam.

Adam menjerat Guzman dengan sebelas dakwaan mulai dari penjualan dan pengiriman narkoba, kepemilikan senjata api, pencucian uang, dan pembunuhan. Jika seluruhnya terbukti selama empat bulan persidangan, kemungkinan dia bakal divonis seumur hidup dan menghabiskan masa hidupnya di penjara dengan pengamanan tingkat maksimum di Amerika Serikat.
Menurut Jeffrey, sejak 1989 hingga 2014 kartel Sinaloa pimpinan Guzman disebut mengirim lebih dari 154 ribu kilogram kokain, heroin, sabu, dan ganja ke Amerika Serikat. Dia juga disebut membunuh 33 orang.

Jaksa menyatakan memiliki 300 ribu lembar bukti dan 117 ribu rekaman sadapan dan video untuk membuktikan kejahatan Guzman.

Guzman disebut sebagai pemimpin kartel terkuat dan terbesar, setelah Pablo Escobar yang memimpin kartel Medellin dari Kolombia meninggal. Dia juga disebut mempunyai pasukan khusus terdiri dari ratusan orang dengan senjata lengkap.

Pengamanan sidang Guzman juga tidak main-main. Aparat keamanan dengan senjata lengkap dan mengenakan rompi antipeluru disiagakan selama persidangan. Dia juga diantar menggunakan kendaraan lapis baja. Mereka enggan kecolongan karena Guzman sudah pernah dua kali lolos dari penjara di Meksiko. (ayp/has)